Mengenal Peringatan Hari Penyakit Tropis Terabaikan Sedunia

  • 29 Jan 2026 09:58 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Hari Penyakit Tropis Terabaikan atau World Neglected Tropical Disease (NTD) Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 30 Januari. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mempercepat upaya pemberantasan 21 penyakit, yang seringkali terkait dengan kemiskinan, yang memengaruhi lebih dari 1 miliar orang.

Melansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hari Penyakit Tropis Terabaikan ditetapkan oleh World Health Assembly (WHA) pada tanggal 31 Mei 2021 melalui keputusan WHA74 (18). Peringatan ini merupakan kesempatan untuk menyerukan kepada semua orang untuk mendukung momentum yang semakin meningkat untuk pengendalian, penghapusan, dan pemberantasan penyakit-penyakit ini.

Penyakit tropis terabaikan (NTD) adalah kelompok kondisi yang beragam yang masih memengaruhi satu miliar orang di seluruh dunia, terutama di komunitas yang rentan dan kurang terlayani. Padahal, penyakit ini dapat dicegah, diobati, dan dihilangkan.

Pada tahun 2024, sekitar 1,4 miliar orang membutuhkan intervensi terhadap penyakit tropis terabaikan, penurunan sebesar 36% dari tahun 2010. Hingga awal tahun 2026, 58 negara telah berhasil memberantas setidaknya satu Penyakit Tropis Terabaikan (NTD), yang menunjukkan kemajuan signifikan menuju target global WHO yaitu 100 negara mencapai pemberantasan pada tahun 2030.

Namun, kemajuan yang telah diraih dengan susah payah ini kini terancam. Pemotongan besar-besaran dalam bantuan pembangunan resmi untuk kesehatan global, khususnya untuk program-program NTD, mengancam untuk menghentikan atau membalikkan kemajuan yang telah dicapai dan berdampak negatif pada kehidupan masyarakat yang terkena dampak.

WHO mendesak negara-negara untuk berinvestasi dalam alat, sistem, pendekatan, dan kemitraan yang lebih baik sehingga program NTD yang dimiliki dan dibiayai di dalam negeri dapat berkelanjutan. WHO juga menyerukan kepada para mitra untuk terus menghormati komitmen, melindungi pencapaian yang telah diraih dengan susah payah, membuka pendanaan inovatif, dan menerapkan pendekatan baru.

WHO akan memainkan peran sentral dalam upaya global ini, seperti menetapkan norma dan strategi, mengoordinasikan mitra untuk memantau kemajuan global. Tujuannya untuk mendukung Negara Anggota dalam mengatasi tantangan teknis dan programatik, dan membimbing upaya kolektif untuk mencapai target pengendalian, penghapusan, dan pemberantasan pada tahun 2030.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....