PBSI Natuna Dorong Pembinaan Atlet Muda lewat Kejurkab, Targetkan Potensi POPDA 20

  • 02 Sep 2026 05:43 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID. Natuna — Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Natuna dinilai berani dan konsisten menggelar berbagai turnamen olahraga di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Anggota DPRD Natuna, M Erimuddin, mengapresiasi langkah PBSI Natuna yang tidak hanya menggelar pertandingan untuk kategori umum dan dewasa, tetapi juga memberikan ruang bagi kelompok usia muda serta pertandingan antarinstansi.

Menurut Erimuddin, kegiatan tersebut penting sebagai bagian dari proses pencarian dan pemantauan potensi atlet muda di Kabupaten Natuna. Ia mengatakan, kejuaraan yang digelar PBSI Natuna mencakup sejumlah kelompok umur, mulai dari usia 11 tahun, 13 tahun, 15 tahun, 17 tahun hingga 19 tahun.

“Jadi kita mau melihat potensi. Artinya, sambil melihat, kita juga memberikan kesempatan kepada anak-anak dan adik-adik kita untuk mengeluarkan potensi yang ada,” ujar Erimuddin. Senin 31 Agustus 2026. Ia menilai pembinaan sejak usia dini menjadi penting, terlebih Natuna akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) pada 2028 mendatang.

Cabang olahraga bulutangkis menjadi salah satu cabang yang akan dipertandingkan dalam POPDA 2028 di Natuna. Karena itu, kejuaraan kelompok umur yang dilaksanakan saat ini dinilai dapat menjadi sarana untuk menjaring calon atlet yang nantinya membawa nama Natuna.

Erimuddin berharap, melalui kompetisi yang rutin, PBSI dapat memperoleh gambaran mengenai kemampuan dan perkembangan atlet muda di setiap kelompok umur. Sementara itu, kategori pertandingan antarinstansi dan kelompok dewasa juga dinilai memiliki manfaat dalam memantau potensi atlet yang dapat dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar di Tanjungpinang pada November mendatang.

Dalam kejuaraan tersebut, menurut Erimuddin, sejumlah peserta menunjukkan kemampuan yang cukup menjanjikan. Selain Polres yang keluar sebagai juara, Pertamina yang menjadi runner-up juga dinilai memiliki sejumlah pemain potensial.

“Yang luar biasa, Pertamina ternyata banyak potensi pemain yang luar biasa sampai ke sini. Kemudian ada PU, Dispenda, AURI dan lainnya,” katanya.

Erimuddin juga mengapresiasi langkah PBSI Natuna yang melakukan evaluasi setelah setiap kejuaraan. Selain itu, para atlet yang mengikuti kompetisi didorong untuk memiliki nomor registrasi nasional sehingga perjalanan dan prestasi mereka dapat tercatat.

Data atlet tersebut nantinya dapat menjadi basis informasi bagi PBSI ketika membutuhkan pemain berdasarkan kelompok umur maupun kemampuan. Dengan sistem pendataan tersebut, perkembangan karier atlet dapat lebih terpantau dan pembinaan bisa dilakukan secara berkelanjutan.

“Setiap perjuangan mereka ikut itu terpantau. Jadi suatu saat orang tahu, misalnya mau cari pemain atau atlet di kelompok umur berapa, kita punya datanya,” jelas Erimuddin.

Ia berharap pembinaan bulutangkis juga terus diperluas melalui sekolah-sekolah, salah satunya dengan mendorong kegiatan bulutangkis menjadi bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sehingga semakin banyak bibit atlet Natuna yang dapat ditemukan dan dibina sejak usia dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....