Kabut Asap Kalimantan Mulai Berdampak ke Natuna

  • 25 Agt 2026 11:24 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID. Natuna – Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap kondisi udara di Kabupaten Natuna. Kondisi tersebut telah terpantau dalam sepekan terakhir dan semakin terlihat pekat .

Komandan Lanud (RSA) Raden Sadjat Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, meminta Pemerintah Kabupaten Natuna segera melakukan langkah antisipasi terhadap kondisi tersebut. Menurut Danlanud, pembentukan kembali satuan tugas (Satgas) perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang berpotensi semakin meluas ke wilayah Natuna.

“Perlu segera kita bentuk Satgas lagi untuk antisipasi, karena dampaknya dari Kalimantan,” ujar Onesmus. Senin 24 Agustus 2026

Ia mengatakan, kondisi kabut asap telah diamatinya selama kurang lebih satu pekan. Salah satu indikator yang digunakannya untuk memantau kondisi tersebut adalah Gunung Ranai yang terlihat semakin samar akibat pekatnya haze atau kabut asap.

“Sudah satu minggu sebenarnya saya amati. Patokan saya Gunung Ranai saja. Setiap kali saya melihat, sudah mulai haze, makin lama makin pekat sampai dengan hari ini,” Ucapnya

Menurut Onesmus, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dampak kabut asap tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan di Natuna. Ia menjelaskan, kabut asap dengan tingkat kepekatan tinggi dapat menurunkan jarak pandang atau visibilitas.

Kondisi itu menjadi perhatian khusus dalam sektor penerbangan karena berkaitan dengan kelancaran lalu lintas pesawat, terutama penerbangan yang akan tiba di Natuna.

“Ini dampaknya sebenarnya ke masyarakat yang lebih rawan, tetapi juga bidang saya di penerbangan. Apabila haze pekat seperti itu akan memengaruhi lalu lintas kedatangan pesawat,” Ujarnya

Danlanud menyebut, dampak penurunan visibilitas tersebut sudah dirasakan dalam sepekan terakhir oleh aktivitas penerbangan di Natuna. Menurutnya, pergerakan asap dari Kalimantan dapat terlihat dari udara sepanjang perjalanan pesawat menuju Natuna.

Kondisi tersebut dikatakan membuat pemandangan laut yang biasanya terlihat jelas menjadi lebih samar.

“Pesawat memang merasakan bahwa visibilitas sangat menurun di Natuna karena memang pergerakan asap itu dari Kalimantan,” Ucapnya

Ia menggambarkan, dari dalam pesawat, kondisi laut yang biasanya dapat terlihat dengan jelas kini tampak samar akibat adanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Natuna.

“Sepanjang perjalanan pesawat melihat ke bawah, yang biasanya bisa melihat laut dengan baik, ini agak samar-samar,” Ujar Onesmus.

Danlanud berharap kondisi kabut asap tersebut segera diantisipasi secara bersama-sama oleh pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekaligus menjaga keselamatan dan kelancaran penerbangan di wilayah Natuna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....