Pemkab Natuna Perkuat Kesiapsiagaan Kekeringan dan Karhutla

  • 25 Agt 2026 08:32 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID. Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla yang digelar di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Senin ,24 Agustus 2026.

Rapat dipimpin langsung Bupati Natuna Cen Sui Lan dan diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah terkait serta instansi vertikal di Kabupaten Natuna. Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, rapat koordinasi digelar untuk menghimpun berbagai masukan dan mencari solusi bersama dalam menghadapi dampak musim kemarau.

“Melalui rapat ini, saya mengharapkan masukan-masukan dari bapak dan ibu semua dalam menghadapi musim kemarau ini dan mencari solusinya,” ujar Cen Sui Lan saat membuka rapat.

Kepala BMKG Natuna Rafael Alesandro Marbun menyampaikan, berdasarkan prakiraan, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga awal tahun 2027. Menurut Rafael, kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang cukup kuat di Indonesia sehingga menyebabkan berkurangnya intensitas curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Natuna.

“Curah hujan yang harusnya terjadi di bulan Agustus 2026 sangat mengalami pengurangan. Kondisi ini perlu kita waspadai bersama,” jelas Rafael.

Sementara itu, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie mengungkapkan, sepanjang Agustus 2026 telah terjadi lima peristiwa kebakaran hutan dan lahan di wilayah Natuna. Untuk mempercepat penanganan, Kapolres mengusulkan penunjukan satu koordinator lapangan serta pembagian wilayah Bunguran Besar menjadi tiga zonasi pengawasan kawasan rawan kebakaran.

Usulan pembentukan satuan tugas khusus tersebut mendapat dukungan dari Komandan Lanud Raden Sadjad Natuna Marsekal TNI Onesmus Gede Rai Aryadi sebagai langkah untuk memitigasi dampak kekeringan dan karhutla sejak dini.

Dukungan serupa juga disampaikan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam melakukan pemetaan serta penanganan potensi karhutla di lapangan. Di sisi lain, persoalan ketersediaan air bersih turut menjadi perhatian dalam rapat.

Direktur Perusda Tirta Nusa Kabupaten Natuna Zaharuddin menyampaikan debit air baku di Gunung Ranai kini tersisa sekitar 30 persen. Sementara itu menurutnya cadangan air di Bukit Berangin berada di kisaran 60 persen.

Zaharuddin mengatakan, dengan kondisi tersebut membuat Perusda Tirta Nusa menerapkan sistem pengaliran air secara bergilir untuk wilayah Kota Ranai dan sekitarnya. Sementara wilayah Bandarsyah, Sungai Ulu dan Penagi masih dalam kondisi relatif aman.

Pemkab Natuna bersama jajaran instansi terkait mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih dab tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Seluruh elemen diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan dampak cuaca panas selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....