Kualitas Udara Ranai Tidak Sehat, DLH Imbau Warga Waspada

  • 24 Agt 2026 18:21 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna mengimbau masyarakat mewaspadai kondisi kualitas udara di wilayah Ranai yang masuk kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif. Berdasarkan data pemantauan Senin, 24 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, Indeks Kualitas Udara atau AQI di Ranai berada di angka 152 US AQI dengan polutan utama PM2.5 sebesar 56,4 mikrogram per meter kubik.

Kabid Penataan dan Perlindungan Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna, Zulkipli, mengatakan kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Zulkipli kepada RRI, Senin 24 Agustus 2026, mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruang yang berat atau berlangsung dalam waktu lama.

“Data pemantauan menunjukkan AQI berada di angka 152. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan atau jantung, sehingga perlu mengurangi paparan udara di luar ruangan.” Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.

Zulkipli menjelaskan kepada RRI, kondisi cuaca di Ranai saat pemantauan terpantau cerah dengan suhu 26 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 91 persen. Angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan sekitar 8 kilometer per jam, namun kewaspadaan terhadap paparan polusi udara tetap perlu ditingkatkan.

Ia meminta masyarakat memperbanyak aktivitas di dalam ruangan dan memastikan sirkulasi udara tetap terjaga dengan baik. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan serta tidak melakukan pembakaran sampah yang dapat memperburuk kualitas udara.

Zulkipli menambahkan, DLH Natuna terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara. Pemantauan dilakukan dengan memperhatikan data pemodelan satelit IQAir serta informasi dari BMKG Ranai untuk mengetahui perubahan kondisi udara.

DLH Kabupaten Natuna berharap masyarakat dapat lebih responsif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga selama kualitas udara belum membaik. Kesadaran bersama untuk mengurangi sumber polusi dan menjaga lingkungan diharapkan dapat membantu mewujudkan kualitas udara Ranai yang lebih bersih dan sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....