Polres Natuna Salurkan Air Bersih hingga ke Pelosok Desa
- 22 Agt 2026 12:51 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna — Sejumlah wilayah di Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna, mengalami kekeringan akibat kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Merespons kondisi tersebut, Polres Natuna terus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga, termasuk masyarakat yang berada di pelosok desa dan wilayah yang cukup jauh dari pusat Kota Ranai.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie mengatakan, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi layanan kepolisian 110 maupun Bhabinkamtibmas yang bertugas di masing-masing desa.
“Untuk bantuan air, silakan masyarakat Natuna menghubungi 110 ataupun para Bhabin kami di tiap-tiap desa. Masing-masing akan kami bantu fasilitasi selama persediaan air kita masih ada,” ujar Novyan.
Menurutnya, penyaluran air bersih tidak dibatasi berdasarkan wilayah selama masyarakat benar-benar membutuhkan. Polres Natuna berkomitmen hadir membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di tengah kondisi kekeringan.
“Tidak ada batasan wilayah. Selama memang membutuhkan, masyarakat membutuhkan, kami hadir,” Ucapnya .
Bantuan air bersih tersebut disalurkan menggunakan mobil tangki dengan kapasitas sekitar 8.000 liter. Air diberikan secara gratis dan diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat.

Personil Polres Natuna salurkan bantuan air bersih
Penyaluran telah dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Tengah, Bunguran Selatan, Binjai, Bunguran Barat hingga Desa Pengadah, Kecamatan Bunguran Timur Laut. Desa Pengadah yang berjarak sekitar 35,5 kilometer dari Kota Ranai menjadi salah satu wilayah yang merasakan manfaat bantuan air bersih dari Polres Natuna.
Kepala Desa Pengadah, Herianto, mengatakan bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Dusun II yang mengalami keterbatasan sumber air saat musim kemarau.
“Alhamdulillah sangat bermanfaat. Saat kemarau, Pengadah juga kekurangan air, khususnya di Dusun II. Kami sangat berterima kasih dan merasa terbantu atas bantuan dari Polres,” Ujar Herianto.
Ia menjelaskan, Desa Pengadah memiliki dua dusun dengan kondisi sumber air yang berbeda. Saat musim kemarau, Dusun II menjadi wilayah yang paling terdampak karena tidak memiliki sumber air yang mencukupi.

Kepala Desa Pengadah Herianto
Menurut Herianto, masyarakat Dusun II bahkan harus mengambil air dari sumber mata air di Dusun I yang jaraknya hampir lima kilometer. Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain masyarakat, bantuan air bersih dari Polres Natuna juga menyasar sejumlah sekolah. Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Polres Natuna memastikan pelayanan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama persediaan air tersedia. Masyarakat yang mengalami kesulitan air diimbau segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau menghubungi layanan 110 agar dapat ditindaklanjuti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....