Dampak El Nino, Damkarmat Natuna Tangani 10 Karhutla
- 16 Agt 2026 08:18 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna – Kondisi cuaca panas yang disertai angin kencang meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Sejumlah wilayah mulai mengalami peningkatan kejadian kebakaran lahan dalam beberapa pekan terakhir.
Kasi Sarpras dan Pengelolaan Data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Natuna, Nurhakim, mengatakan peningkatan kasus kebakaran lahan menjadi perhatian pihaknya karena kondisi cuaca saat ini cukup berisiko.
“Musim panas ini memang ada peningkatan, khususnya kebakaran lahan. Tadi malam kami juga kembali menangani kejadian kebakaran lahan,” ujar Nurhakim kepada RRI, Jum'at, 15 Agustus 2026.
| Baca juga: DLH Ajak Masyarakat Jaga Ekosistem Mangrove |

Kasi Sarpras dan Pengelolaan Data Disdamkarmat Natuna Nurhakim.
Menurutnya, dalam satu bulan terakhir petugas Disdamkarmat Natuna telah menangani sekitar sembilan hingga 10 kejadian kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Jumlah tersebut dikhawatirkan terus meningkat apabila kondisi panas dan angin kencang masih berlangsung. Kebakaran yang awalnya berskala kecil juga berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
“Yang kami khawatirkan, panas disertai angin kencang ini membuat kebakaran meningkat dan menjadi luas,” Ucapnya
| Baca juga: Dinas Pariwisata Bina Usaha Tempe Adara |
Nurhakim mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama dalam kondisi cuaca panas seperti saat ini. Ia juga meminta masyarakat mematuhi surat edaran Bupati Natuna terkait larangan dan imbauan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Camat Bunguran Timur Syuparman
Berdasarkan penanganan yang dilakukan petugas, Kecamatan Bunguran Timur dan Kecamatan Bunguran Selatan menjadi wilayah yang cukup banyak mengalami kejadian kebakaran lahan. Kawasan Puak, Kecamatan Bunguran Timur merupakan wilayah yang termasuk sering membuat anggota Damkar Natuna sibuk memadamkan api.
Sementara itu, Camat Bunguran Timur, Syuparman, mengatakan pihak kecamatan terus melakukan langkah pencegahan melalui sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat.
“Kami senantiasa mengimbau, memberikan sosialisasi dan melakukan pemantauan di kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan,” Ujar Syuparman.
Menurutnya, masyarakat di kawasan rawan karhutla terus diingatkan agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat membahayakan lingkungan dan permukiman. Selain sosialisasi, pemerintah kecamatan juga melakukan pemantauan terhadap kawasan yang dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca panas dan berangin.
Syuparman berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan ikut berperan dalam mencegah terjadinya karhutla. Pencegahan dinilai penting agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi lingkungan maupun masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....