Daya Beli Warga Natuna Menyusut

  • 13 Apr 2026 23:56 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Kemampuan belanja masyarakat di Kabupaten Natuna mengalami penurunan signifikan pasca Lebaran 2026. Kondisi ini diperkirakan mencapai hingga 50 persen akibat tekanan ekonomi yang dirasakan dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan ini tidak hanya dipengaruhi oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, tetapi juga faktor belum cairnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah. Hal tersebut berdampak pada berkurangnya peredaran uang di masyarakat.

Dampak dari kondisi tersebut terlihat dari aktivitas ekonomi yang melambat di berbagai sektor, termasuk perdagangan di pasar tradisional. Masyarakat cenderung menahan pengeluaran dan mengutamakan kebutuhan utama.

Analis Perdagangan Ahli Muda Disperindag Natuna, Ida Laila, menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya mengantisipasi kondisi ini melalui berbagai langkah pengendalian.

“Operasi pasar dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, sekaligus memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat,” katanya saat dikonfirmasi RRI, Selasa 14 April 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Selain itu, pengawasan distribusi juga diperketat guna mencegah terjadinya lonjakan harga yang lebih tinggi.

Sejumlah pedagang mengaku kondisi ini cukup berat karena berdampak pada pendapatan mereka. Minimnya pembeli membuat aktivitas jual beli tidak seramai biasanya.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera menstabilkan kondisi ekonomi melalui kebijakan yang tepat. Dengan demikian, daya beli masyarakat dapat kembali pulih dan aktivitas ekonomi berjalan normal kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....