Pemuda Pancasila Lumajang Datangi Lokasi Pembangunan Bedah Rumah Warga
- 28 Des 2024 09:58 WIB
- Jember
KBRN, Lumajang: Pemuda pancasila Lumajang Jawa Timur pada akhirnya angkat bicara pasca adanya aduan dari warga terkait rumahnya yang mendapatkan manfaat program bedah rumah dinilai tidak sesuai harapan.
Ketua Pemuda Pancasila Lumajang Agus Setiawan ketika dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya bersama anggota sengaja sore hari ini jumat 27/12 mendatangi lokasi bedah rumah yang telah dilakukan oleh Pemerintah.
Agus Setiawan juga menyampaikan jika pihaknya bukan mencari - cari kesalahan dan mencari temuan akan tetapi mendapatkan aduan dari anggotanya yang rumahnya di RW 8 Rogotrunan Lumajang belum selesai dikerjakan pada akhir tahun ini dan ada yang masih kurang dan memang masih banyak yang belum selesai dikerjakan aktivitas pembangunan juga tidak ada yang mengerjakan hari ini Jumat 27/12.
"Jalan setapak juga belum selesai dikerjakan harusnya sudah selesai, jendela belum dipasang dan jika hujan banjir didalam rumahnya, tembok juga belum diplester, kamar mandi juga belum dikerjakan, ada dua anggotanya yang mengadu sebelumnya,"Katanya Jumat (27/12/2024)
Dalam melakukan pembangunan bedah rumah warga dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Rogotrunan RW 8 Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang, hasil konfirmasi dengan warga setempat, sejumlah warga mengatakan tidak ada yang tahu gambar pembangunan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya dalam melakukan pembangunan rumah mereka sendiri.
Selain itu ada warga yang mengetahui jumlah anggaran yang digunakan dalam melakukan pembangunan rumah mereka dan ada yang tidak tahu biaya untuk melakukan pembangunan rumah mereka.
Dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) kali ini bertujuan dalam melakukan penataan kawasan kumuh diperkotaan dalam program KSM untuk memberdayakan masyarakat dengan melatih masyarakat yang difasilitasi oleh fasilitator dinas akan tetapi dikerjakan oleh kontraktor yang menurut informasi ditunjuk oleh dinas perumahan dan kelurahan.
"Ada yang mengatakan setelah dibangun rumah mereka lebih bagus dan ada warga yang mengatakan setelah dibangun justru semakin jelek,"Jelasnya
Agus setiawan juga mengatakan dalam melakukan program pembangunan rumah ini adanya dugaan pekerjaan teknis subsidi silang atau gendong indit dibuktikan dari statemen warga matrial yang digunakan dari sisa barang pekerjaan rumah satu kemudian diangkut untuk pembangunan rumah yang lainnya.
Sementara itu Kepala Bidang Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Lumajang Ernowo ketika akan dikonfirmasi RRI di ruang kerjanya sedang tidak berada di ruang kerjanya kemudian ketika dihubungi melalui Telephon Seluler (Ponsel) tidak ada respon hingga berita ini dipublikasikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....