Mengapa Pria Jarang Sukses Sebelum Umur Empat Puluh Tahun?
- 28 Des 2024 08:20 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: Pria sering kali jarang mencapai kesuksesan besar sebelum umur 40 tahun. Napoleon Hill, dalam bukunya Think and Grow Rich, menganalisis penyebab orang-orang jarang berhasil sebelum berusia 40 tahun.
Pada penelitian yang Hill lakukan selama 12 tahun, terungkap fakta bahwa penyebab utama mayoritas orang-orang yang sukses tidak mencapainya sebelum usia 40-50 tahun, adalah mereka cenderung mengikis energi melalui kegemaran dalam ekspresi fisik emosi seksual.
Hill menerangkan bahwa banyak orang yang mencapai usia 40 tahun atau terkadang jauh melampaui itu, yang terus membuang-buang energi yang seharusnya bisa diubah menjadi sesuatu yang menguntungkan melalui saluran lain. Emosi mereka yang lebih baik dan lebih kuat disebar secara sporadis ke empat penjuru mata angin.
Emosi seksual merupakan anugerah hanya jika digunakan secara cerdas dan tidak diskriminasi. Emosi ini sering disalahgunakan sedemikian rupa sehingga merendahkan, bukannya memperkaya jiwa dan raga.
Kebiasaan seksual yang tidak terkendali sama merugikannya dengan kebiasaan minum-minum dan makan secara berlebihan. Tindakan memanjakan nafsu ini bisa jadi merupakan biang keladi atas kekurangan pemimpin besar.
Hill melanjutkan bahwa orang jarang memasuki kondisi upaya kreatif tertinggi di bidang apa saja sebelum mencapai usia 40 tahun. Kapasitas terbesar dalam mencipta rata-rata orang adalan antara 40-60 tahun. Tahun-tahun tersebut merupakan masa yang paling gemilang.
Antara umur 30-40 tahun, orang mulai mempelajari (apa bila memang belajar) seni transmutasi hasrat seksual. Hal ini ditemukan tanpa sengaja, dan sering kali orang yang melakukannya tidak menyadari apa yang ia temukan.
Seks sendiri, menurut Hill, merupakan dorongan yang sangat kuat untuk bertindak, tetapi kekuatannya seperti badai, sering tidak terkendali. Ketika emosi cinta mulai berpadu dengan emosi seks, hasilnya adalah ketenangan tujuan, keyakinan, keakuratan penilaian, dan keseimbangan.
“Cinta, asmara dan seks merupakan emosi yang mampu mendorong orang ke pencapaian super. Cinta adalah emosi yang berfungsi sebagai katup keselamatan, dan memastikan keseimbangan, keyakinan, dan upaya konstruktif. Ketika digabungkan, ketiga emosi ini dapat mengangkat seseorang ke ketinggian seorang genius,” tulis Hill.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....