Kekuatan Harapan dalam Kehidupan

  • 15 Des 2024 06:45 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Harapan adalah salah satu kekuatan terbesar yang dimiliki oleh setiap individu. Dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, harapan menjadi sumber energi yang tak terlihat namun sangat berpengaruh, memberikan motivasi untuk terus bergerak maju meskipun segala rintangan seolah-olah tak teratasi.

C.R. Snyder, ahli psikologi dari University of Kansas melakukan studi tentang harapan. Ia membandingkan prestasi akademik mahasiswa-mahasiswa tahun pertama yang memiliki harapan tinggi dengan harapan rendah.

Synder menemukan bahwa harapan merupakan alat yang lebih baik untuk memprediksi nilai-nilai semester pertama ketimbang nilai SAT, suatu tes yang konon mampu meramalkan bagaimana keberhasilan mahasiswa di perguruan tinggi.

“Mahasiswa-mahasiswa yng memiliki harapan tinggi mematok sasaran yang lebih tinggi bagi diri mereka dan tahu cara belajar dengan benar untuk meraihnya. Bila Anda membandingkan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki bakat intelektual setara dalam segi prestasi akademis, apa yang membedakan mereka adalah harapan,” tulis Snyder, dalam buku Daniel Goleman, Emotional Intelligence.

Harapan menurut penemuan peneliti-peneliti modern, seperti yang ditulis Goleman, lebih bermanfaat daripada memberikan sedikit hiburan di tengah kesengsaraan. Harapan memainkan peran yang menakjubkan dalam kehidupan, memberikan suatu keunggulan dalam bidang-bidang yang begitu beragam seperti prestasi belajar dan keberhasilan memikul tugas-tugas yang berat.

Goleman menambahkan, dari sudut pandang kecerdasan emosional, mempunyai harapan berarti seseorang tidak akan terjebak dalam kecemasan, bersikap pasrah, atau depresi dalam menghadapi sulitnya tantangan atau kemunduran.

Menurut penemuan Snyder, orang-orang yang memiliki harapan tinggi memiliki ciri-ciri tertentu, di antaranya mampu memotivasi diri, merasa cukup banyak akan untuk menemukan cara meraih tujuan, tetap memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa segala sesuatu akan beres ketika sedang menghadapi tahap sulit, cukup luwes untuk menemukan cara alternatif agar sasaran tetap tercapai atau untuk mengubah sasaran jika sasaran semula sulit dijangkau, dan mempunyai keberanian untuk memecah-mecah tugas amat berat menjadi tugas kecil yang mudah ditangani.

“Yakin bahwa Anda mempunya kemauan dan cara untuk mencapai sasaran-sasaran Anda, apa pun sasaran Anda itu,” tutur Snyder.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....