RSUD Nunukan Genjot Perbaikan Layanan dan Pelunasan Hutang Vendor Rp26 Miliar
- 06 Mar 2026 15:30 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan bergerak cepat menuntaskan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, khususnya vendor penyedia obat-obatan, yang sempat menumpuk dalam beberapa tahun terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau, Sp.B., mengatakan total kewajiban rumah sakit kepada pihak ketiga pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp26 miliar. Namun memasuki awal tahun 2026, pihaknya telah berhasil melakukan pembayaran sebesar Rp9 miliar, sehingga sisa kewajiban yang belum dibayarkan saat ini sekitar Rp16,9 miliar. Menurutnya, manajemen RSUD Nunukan menargetkan seluruh kewajiban tersebut dapat dilunasi paling lambat pada akhir tahun 2026.
Andi Bau menjelaskan, sebelum dirinya menjabat sebagai Plt Direktur pada Mei 2025, kondisi keuangan RSUD Nunukan cukup memprihatinkan. Bahkan sejak tahun 2021 hingga 2024, rumah sakit sempat terancam mengalami kesulitan keuangan karena pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak sebanding dengan biaya operasional.
Kondisi tersebut menyebabkan pembayaran kepada vendor obat-obatan tidak berjalan lancar dan menimbulkan tunggakan cukup besar. Akibatnya, tingkat kepercayaan sejumlah vendor untuk memasok obat ke RSUD Nunukan sempat menurun.
“Ketika saya mulai menjabat, pendapatan rumah sakit hanya sekitar Rp4 miliar per bulan, jauh di bawah target yang seharusnya mencapai Rp6 miliar. Hal ini tentu berdampak pada kemampuan rumah sakit dalam memenuhi kewajiban kepada pihak ketiga,” ujar dr. Andi Bau dalam konferensi pers di RSUD Nunukan, pada Jumat (6/3/2026).
Namun dalam kurun waktu sekitar 10 bulan masa kepemimpinannya, berbagai langkah dan inovasi mulai dilakukan untuk meningkatkan kinerja layanan sekaligus pendapatan rumah sakit. Saat ini, pendapatan RSUD Nunukan telah meningkat hingga sekitar Rp5 miliar per bulan dan terus mendekati target Rp6 miliar. Dengan meningkatnya pendapatan tersebut, manajemen rumah sakit secara bertahap mampu membayar kewajiban yang tertunggak kepada vendor.
“Dengan kondisi keuangan yang mulai membaik, kepercayaan vendor juga kembali pulih. Saat ini suplai obat-obatan sudah kembali berjalan lancar melalui sistem pembayaran reguler di tahun berjalan,” ujarnya.
Andi Bau menegaskan bahwa peningkatan pendapatan BLUD tersebut tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Nunukan. Hal ini terlihat dari semakin banyak masyarakat yang memilih berobat di RSUD Nunukan dibandingkan harus pergi ke luar daerah.
Ia mengungkapkan, pada awal tahun 2025 jumlah pasien yang datang berobat ke RSUD Nunukan berkisar antara 4.000 hingga 4.500 orang per bulan. Namun seiring peningkatan kualitas pelayanan, jumlah tersebut kini meningkat menjadi lebih dari 5.000 hingga 6.000 pasien setiap bulan. Menurutnya, peningkatan jumlah pasien ini bukan disebabkan oleh meningkatnya angka masyarakat yang sakit, melainkan karena semakin sedikit warga yang memilih berobat ke luar daerah.
“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Nunukan terus meningkat. Banyak warga yang sebelumnya berobat ke luar daerah kini lebih memilih mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Nunukan karena kualitas layanan yang semakin membaik,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....