Perjalanan Panjang Coklat Hingga Menjadi Makanan Favorite

  • 12 Jan 2026 09:38 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Berdasarkan bukti arkeologis, tanaman kakao sudah ditemukan sejak tahun 1.400 hingga 1.100 SM, tersebar di wilayah Amazon Utara, Amerika Selatan, Amerika Tengah, hingga Meksiko. Sejarah panjang cokelat tak lepas dari penemuan tanaman kakao oleh manusia purba yang mendiami wilayah Mesoamerika, kawasan yang kini kita kenal sebagai Amerika Tengah.

Peradaban pertama yang diketahui mengolah kakao menjadi cokelat adalah bangsa Olmec, salah satu peradaban tertua di Amerika Tengah. Mereka menemukan cara mengolah buah kakao menjadi minuman cokelat panas. Minuman ini bukan sekadar santapan, tapi juga digunakan dalam ritual keagamaan dan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

- Awalnya Rasanya Pahit, Cokelat Kemudian Dicampur Gula Atau Madu Agar Disukai Bangsawan Eropa Pada Abad Ke-17.

Beberapa abad kemudian, sekitar tahun 500–450 SM, Suku Maya mulai mengembangkan dan menikmati minuman cokelat mereka sendiri. Minuman ini diolah dalam bentuk cairan berbusa yang dibuat dengan teknik khusus. Mereka menambahkan berbagai bahan seperti lada merah, vanila, dan rempah-rempah lainnya untuk memperkaya rasa.

Cokelat dianggap sebagai minuman istimewa yang sering dihidangkan dalam upacara penting dan hanya dikonsumsi oleh kaum bangsawan serta pendeta.

Baca Juga: Ratatouille Hidangan Sayuran Tradisional Prancis

Dari peradaban Maya, tradisi konsumsi cokelat dilanjutkan oleh Suku Aztec. Kata “Cokelat” sendiri berasal dari bahasa Nahuatl, yaitu xocolatl, yang berarti “Air Pahit”. Suku Aztec sangat menghargai cokelat, bahkan menganggapnya sebagai anugerah dari dewa mereka, Quetzalcoatl. Cokelat sering dikonsumsi oleh para prajurit sebelum pergi ke medan perang karena diyakini memberikan kekuatan dan ketahanan.

Saat bangsa Eropa mulai menjelajah Amerika, mereka pun membawa biji kakao kembali ke benua asal mereka. Namun, di Eropa, cokelat mulai dipadukan dengan gula untuk mengurangi rasa pahitnya. Kombinasi ini menciptakan rasa manis yang lebih sesuai dengan lidah orang Eropa dan menjadi titik awal perkembangan cokelat seperti yang kita kenal sekarang. (Sumber: Kioskcoklat.com)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....