SPPG Bukit Arung Sejahtra Targetkan Jadi Percontohan MBG
- 24 Okt 2025 20:56 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Setelah mengikuti penyuluhan keamanan pangan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, penanggung jawab penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) Bukit Arung Sejahtra, Sumari mengatakan hasil bimbingan teknis tersebut dapat dijadikan standar operasional (SOP) bagi seluruh penyedia MBG di Kabupaten Nunukan.
“Setelah penyuluhan keamanan pangan kepada 50 karyawan kami, hasilnya bisa menjadi standar atau SOP bagi seluruh SPPG di Nunukan agar pelaksanaan program MBG berjalan aman dan lancar, tanpa ada lagi kasus keracunan atau kontaminasi bahan berbahaya,” ujar Sumari, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Penyedia MBG Bukit Arung Sejahtra Siap Beroperasi November
Sumari juga menyampaikan apresiasi terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini melibatkan Dinas Kesehatan untuk memberikan bimbingan teknis langsung kepada karyawan penyedia MBG. Meski demikian hasil penyuluhan tersebut belum final karena masih menunggu pelaksanaan vaksinasi Hepatitis A bagi seluruh karyawan sebelum diterbitkannya Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Vaksin Hepatitis A waktunya hanya 30 hari. Jadi kami masih terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar vaksinasi berjalan tepat waktu sebelum SLHS diterbitkan. Jangan sampai sudah divaksin tapi sertifikat belum keluar,” tegasnya.
Baca Juga: Penyuluhan Keamanan Pangan kepada MBG Bukit Arung Sejahtra
Dinas Kesehatan Nunukan dijadwalkan akan melakukan pemantauan lapangan melalui gabungan Puskesmas Nunukan Timur, untuk memastikan semua lokasi penyedia MBG di wilayah kelurahan nunukan timur telah memenuhi standar.
“Mereka akan meninjau langsung dan memberikan rekomendasi jika masih ditemukan kekurangan,” kata Sumari.
Penyedia MBG Bukit Arung Sejahtra kini telah menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti tiga alat penyaring limbah air, penggunaan tempat sampah tertutup dan penerapan air galon bersertifikat. Selain itu, area dapur juga telah dibersihkan dari tumbuhan liar dan dipastikan bebas dari sumber kontaminasi.
Sumari berharap, dengan adanya pembinaan dan pengawasan berkelanjutan dari Dinas Kesehatan, pelaksanaan program MBG di Nunukan bisa menjadi contoh keberhasilan pengelolaan makanan bergizi yang aman dan higienis di perbatasan. MM
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....