Ketergantungan Pangan Luar Daerah Jadi Tantangan Program MBG di Nunukan

  • 21 Apr 2026 17:16 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nunukan. Keterbatasan produksi lokal membuat pemenuhan kebutuhan bahan pangan masih mengandalkan pasokan dari daerah lain.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi kelancaran penyediaan makanan, terutama jika terjadi kendala dalam pendistribusian. Hal ini dapat berdampak pada pelaksanaan program pemenuhan gizi di wilayah Nunukan.

Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Arung Sejahtera Nunukan, Sumari, menilai minimnya produksi bahan pangan lokal, seperti telur ayam belum mampu mencukupi kebutuhan dalam penyajian makanan. Menurutnya, tanpa dukungan pasokan dari luar daerah, program MBG berpotensi terkendala akibat kekurangan bahan pangan.

"Kalau hanya mengandalkan bahan pangan lokal, tentu tidak mencukupi. Pasokan dari luar daerah, seperti Sulawesi, masih sangat dibutuhkan,” ujar Sumari, Selasa (21/4/2026).

Selain itu, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah turut memengaruhi ketersediaan pangan bagi masyarakat. Penyerapan bahan pangan dalam jumlah besar untuk mendukung operasional SPPG dikhawatirkan dapat mengurangi ketersediaan bagi masyarakat.

“Jika seluruh bahan pangan diserap untuk kebutuhan program, dikhawatirkan kebutuhan masyarakat menjadi terabaikan,” tambahnya.

Ia berharap kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Optimalisasi lahan serta pemberdayaan petani dan peternak dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....