BPS Aceh Barat Mencatat Kota Meulaboh Mengalami Inflasi 3,61 Persen Secara Tahunan

  • 06 Okt 2026 18:01 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kota Meulaboh mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,61 persen pada September 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Provinsi Aceh yang mencapai 5,03 persen pada periode yang sama.

Plt. Kepala BPS Kabupaten Aceh Barat, Rochadi, SST, Selasa dalam keterangan terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi September 2026.

"Iya Selain Meulaboh, sejumlah daerah di Aceh juga mengalami inflasi, yakni Kabupaten Aceh Tengah sebesar 5,86 persen, Kabupaten Aceh Tamiang 5,79 persen, Kota Banda Aceh 4,69 persen, dan Kota Lhokseumawe sebesar 4,59 persen,"tuturnya.

Rochadi menjelaskan, inflasi y-on-y di Meulaboh terjadi akibat kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga antara lain makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,96 persen; pakaian dan alas kaki 4,68 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 3,03 persen; serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,12 persen.

Selanjutnya, kelompok transportasi mengalami kenaikan 3,72 persen; informasi, komunikasi dan jasa keuangan 4,24 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 0,76 persen; pendidikan 0,87 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 9,27 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,13 persen.

Sementara itu, kelompok kesehatan menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan harga dengan deflasi sebesar 0,44 persen.

“Komoditas yang memberikan kontribusi terhadap inflasi y-on-y di Meulaboh antara lain nasi dengan lauk sebesar 0,42 persen, emas perhiasan 0,30 persen, bensin 0,21 persen dan beras sebesar 0,15 persen,” ujar Rochadi.

Selain itu, pemeliharaan/service memberikan andil sebesar 0,14 persen. Daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) masing-masing memberikan andil sebesar 0,13 persen, sedangkan ketupat/lontong sayur sebesar 0,11 persen.

Selain itu juga sejumlah komoditas memberikan kontribusi terhadap deflasi y-on-y, di antaranya cabai merah dan bawang merah masing-masing sebesar 0,18 persen. Kemudian ikan kembung dan kelompok sejenis sebesar 0,08 persen, ikan tongkol sebesar 0,07 persen, serta angkutan udara sebesar 0,05 persen.

Untuk perkembangan harga secara bulanan, Kota Meulaboh pada September 2026 mengalami deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,04 persen.

Deflasi bulanan tersebut dipengaruhi oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,15 persen; pakaian dan alas kaki 0,07 persen; perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,13 persen; kesehatan 1,19 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,06 persen.

Namun demikian, terdapat sejumlah kelompok yang mengalami inflasi secara bulanan, yakni perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,87 persen; transportasi 0,14 persen; rekreasi, olahraga dan budaya 0,09 persen; serta pendidikan sebesar 0,41 persen.

Untuk komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi m-to-m di Meulaboh antara lain ikan kembung dan kelompok sejenis sebesar 0,15 persen, tomat 0,09 persen, minyak goreng 0,08 persen, jeruk 0,07 persen, serta ikan cakalang/ikan sisik sebesar 0,05 persen.

Sementara makanan ringan atau snack, bahan bakar rumah tangga dan shampoo masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen. Beras dan kangkung masing-masing memberikan andil sebesar 0,02 persen.

Adapun komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi m-to-m yakni cabai merah sebesar 0,33 persen, daging ayam ras 0,11 persen, serta semangka dan popok bayi sekali pakai masing-masing sebesar 0,04 persen.

“Perkembangan harga tersebut menunjukkan adanya dinamika harga komoditas yang cukup beragam di Meulaboh, baik yang memberikan tekanan inflasi maupun yang menahan laju inflasi,” kata Rochadi.

Dengan inflasi y-on-y sebesar 3,61 persen dan deflasi m-to-m sebesar 0,04 persen, perkembangan harga di Meulaboh pada September 2026 menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat di wilayah Aceh Barat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....