Gempa M5,7 Guncang Calang Aceh Jaya, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

  • 04 Okt 2026 14:52 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Calang, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Minggu 4 Oktober 2026 pukul 06.37.33 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., dalam siaran pers BMKG menyebutkan, hasil pemutakhiran parameter menunjukkan gempa berkekuatan M5,7 dengan kedalaman 55 kilometer.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 4,55 derajat Lintang Utara dan 95,08 derajat Bujur Timur, atau tepatnya di laut sekitar 56 kilometer barat daya Calang, Aceh Jaya," kata Wijayanto, dalam pers rilis dikutip RRI.CO.ID.

Wijayanto menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan intensitas IV Modified Mercalli Intensity (MMI) di sejumlah wilayah Aceh Jaya, yakni Sampoiniet, Darul Hikmah, Setia Bhakti, dan Kota Calang. Getaran dengan intensitas IV MMI juga dirasakan di Kota Jantho.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan di Kota Meulaboh. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seakan-akan ada truk yang sedang berlalu.

BMKG menyebutkan hingga pukul 07.10 WIB belum terpantau adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," ujar Wijayanto.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi serta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....