Klinik Mitra Medika Hadir, Perkuat Akses Layanan Kesehatan di Meureubo Aceh Barat

  • 14 Sep 2026 23:45 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kehadiran Klinik Mitra Medika di Desa Langung, Kecamatan Meureubo, diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil SH menilai bertambahnya fasilitas kesehatan penting untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Said saat menghadiri Grand Opening sekaligus launching Klinik Mitra Medika Meulaboh, Senin, 14 September 2026.

Said mengatakan kesehatan menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, baik melalui rumah sakit, Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu).

“Jadi dengan kehadiran klinik-klinik ini dapat membantu daerah dalam menangani persoalan-persoalan kesehatan yang ada saat ini,” kata Said.

Menurutnya, Kecamatan Meureubo merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi, sementara jumlah fasilitas klinik masih terbatas. Kehadiran Klinik Mitra Medika diharapkan dapat memberikan pilihan layanan kesehatan yang lebih dekat bagi masyarakat.

Said juga mengingatkan pengelola klinik agar menjalankan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP), berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta mengikuti ketentuan BPJS Kesehatan.

“Semoga klinik-klinik yang ada di Aceh Barat tetap mengikuti SOP yang ada, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan mengikuti peraturan dari BPJS serta memakai SDM lokal daerah,” katanya.

Sementara itu, Direktur Klinik Mitra Medika Meulaboh, dr Oktiva Yunerta mengatakan, launching di gedung baru tersebut disertai dengan penambahan sejumlah fasilitas pelayanan.

Selain rawat jalan, Poli Umum, Poli Gigi dan Mulut, Poli KIA dan KB, perawatan luka, fisioterapi, home visit, KIR kesehatan, persalinan dan laboratorium, klinik kini menyediakan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam serta layanan rawat inap dan USG.

“Untuk saat ini kita reopening di gedung yang baru, fasilitasnya kita ada penambahan UGD 24 jam, kemudian rawat inap dan rawat jalan memang sebelumnya sudah ada, kemudian pelayanan USG dan pelayanan lainnya,” kata dr Oktiva.

Ia menjelaskan layanan rawat inap telah menerima pasien BPJS Kesehatan, pasien umum maupun pasien dari perusahaan. Untuk pasien BPJS, pelayanan diberikan tanpa biaya sesuai ketentuan kepesertaan, sedangkan pasien umum dikenakan tarif sesuai layanan yang tersedia.

Dari sisi sumber daya manusia, Klinik Mitra Medika didukung enam tenaga medis, delapan perawat, empat bidan, satu apoteker, tiga asisten apoteker dan dua petugas administrasi.

Dr Oktiva menambahkan, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga, BUMN maupun perusahaan, terutama dalam penyediaan layanan kesehatan, kebutuhan obat dan kefarmasian serta tenaga kesehatan bagi perusahaan.

“Klinik Mitra Medika Meulaboh kini juga membuka peluang kerja sama dengan semua pihak baik itu lembaga, BUMN, perusahaan untuk layanan kesehatan, kebutuhan obat atau kefarmasian dan atau untuk kebutuhan tenaga kesehatan di perusahaan yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran gedung dan fasilitas baru tersebut dapat memperluas jangkauan pelayanan serta semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses layanan kesehatan.

“Kami berharap dengan launching klinik yang baru tersebut akan semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu dan semakin luas jangkauan serta semakin baik pula layanan ke depannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....