UTU Redesain Kurikulum Perikanan Berbasis OBE menuju Akreditasi Internasional

  • 06 Sep 2026 23:59 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Universitas Teuku Umar (UTU) melalui Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) menggelar Workshop Review dan Redesain Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Menuju Akreditasi Internasional di Aula Iskandar Muda UTU, Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat kualitas kurikulum, meningkatkan daya saing lulusan, dan mempersiapkan Jurusan Perikanan FPIK UTU menuju akreditasi internasional.

Workshop tersebut berlangsung di bawah kepemimpinan Rektor UTU Prof. Dr. Nyak Amir, S.Pd., M.Pd., serta arahan Dekan FPIK Prof. Dr. Ir. Ismail Sulaiman, S.TP., M.Sc., IPU., ASEAN Eng. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FPIK UTU, Dr. Muhammad Rizal, yang hadir mewakili Dekan FPIK.

Ketua Jurusan Perikanan FPIK UTU, Dr. Munandar, mengawali kegiatan dengan menyampaikan sambutan kepada seluruh peserta yang hadir. Para akademisi, tenaga pengajar, staf, dan perwakilan mahasiswa turut mengikuti proses pembahasan kurikulum secara aktif.

Workshop menghadirkan sejumlah pakar dari dalam dan luar negeri untuk memberikan masukan terhadap penyempurnaan kurikulum Jurusan Perikanan. Salah satunya Dr. Norhafiz Hanafi, Senior Lecturer of Environmental Biology Programme School of Biological Sciences Universiti Sains Malaysia (USM), yang menekankan pentingnya kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global.

Dr. Norhafiz Hanafi juga mendorong penguatan program magang agar hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia industri, dunia usaha, dan dunia kerja semakin erat. Ia menilai internasionalisasi program studi perlu didukung kerja sama melalui joint class, field school, penelitian kolaboratif, hingga publikasi ilmiah bersama.

Sementara itu, Head of Program of Animal and Plant Biodiversity USM, Dr. Zarul Hazrin Hashim, menekankan pentingnya pembentukan nilai tambah serta keterampilan spesifik bagi lulusan Jurusan Perikanan. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi faktor pembeda yang dapat memperkuat daya saing lulusan di tengah persaingan antarperguruan tinggi.

Guru Besar Program Studi Perikanan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof. Adi Susanto, memaparkan teknis penurunan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) hingga ke body of knowledge, bahan kajian, dan mata kuliah. Proses tersebut diarahkan agar kurikulum mampu merespons kebutuhan industri, standar akreditasi internasional, serta regulasi pendidikan nasional.

Selain melibatkan akademisi, workshop juga menghadirkan pemangku kepentingan dari sektor industri, lembaga pemerintah, organisasi lingkungan, dan mitra perikanan. Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Direktur PT Yakin Pasific Tuna Rinza Adrial Sandy, Aceh Marine Coordinator Fauna & Flora International Banda Aceh Rakhmat Dirgantara, serta perwakilan Pangkalan PSDKP Lampulo KKP Akhyar.

Turut memberikan masukan Kepala Stasiun PPMHKP Banda Aceh KKP Subhan Riza, Koordinator PPI Ujong Baroeh DKP Aceh Ruesma Azhadin Annas, serta Korwil Sumatera DPP KNTI Azwar Anas. Kehadiran para mitra tersebut dinilai penting untuk memastikan kurikulum yang disusun tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga aplikatif di lapangan.

Berbagai masukan strategis disampaikan para mitra terkait kompetensi yang perlu dimiliki lulusan ketika memasuki dunia kerja. Di antaranya kebutuhan sertifikasi kompetensi seperti GMP, HACCP, Ahli Penyuluh, dan Keahlian Anak Buah Kapal serta kemampuan menghitung biaya produksi industri.

Mitra juga menekankan pentingnya penguasaan regulasi hukum perikanan terkini serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi peralatan perikanan. Selain kompetensi teknis, lulusan diharapkan mampu memahami kondisi lapangan dan memiliki kemampuan memecahkan persoalan kerja secara komprehensif.

Perhatian juga diberikan terhadap kemampuan lulusan dalam memahami dinamika sosial masyarakat pesisir, khususnya sektor perikanan artisanal. Kepekaan terhadap berbagai persoalan tersebut dinilai penting agar lulusan mampu merespons perubahan dan persoalan perikanan secara tepat.

Masukan dalam penyempurnaan kurikulum turut datang dari alumni Jurusan Perikanan FPIK UTU yang kini berkiprah di berbagai bidang profesional. Alumni yang terlibat antara lain Khairul dari NGO WCS-IP, Setiadi M. Noer yang merupakan Dosen Polteksim Aceh, serta Fuji Sintia Armi dari Universitas Abulyatama Aceh.

Para alumni menyampaikan pengalaman serta gambaran mengenai kebutuhan keterampilan yang dihadapi lulusan ketika memasuki dunia profesional. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kompetensi yang diajarkan selama perkuliahan semakin sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Ketua Jurusan Perikanan FPIK UTU, Dr. Munandar, menilai keterlibatan akademisi, praktisi industri, instansi mitra, dan alumni menjadi bagian penting dalam proses redesain kurikulum. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan kurikulum berbasis OBE yang mampu mengarahkan proses pendidikan pada capaian kompetensi lulusan yang terukur.

Melalui workshop tersebut, Jurusan Perikanan FPIK UTU optimistis mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan praktis, wawasan global, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Redesain kurikulum berbasis OBE sekaligus menjadi langkah strategis UTU dalam memperkuat kualitas pendidikan dan memantapkan langkah menuju akreditasi internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....