Bupati Nagan Raya Tekankan Pencegahan Karhutla sebagai Tanggung Jawab Bersama

  • 04 Sep 2026 12:38 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Nagan Raya: Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan menekankan pentingnya pencegahan dan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Gelar Kesiapan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Makodim 0116/Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu, 2 September 2026.

Apel diikuti unsur Forkopimda, Plt. Sekretaris Daerah, sejumlah kepala perangkat daerah, personel TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, serta pimpinan dan perwakilan perusahaan di wilayah Nagan Raya.

Bupati mengatakan berdasarkan kajian risiko bencana Kabupaten Nagan Raya periode 2024–2029, wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap sejumlah bencana, termasuk karhutla.

Sepanjang 2026, sejumlah kejadian karhutla juga telah terjadi di wilayah Darul Makmur dan Tripa Makmur. Sebagian di antaranya berada di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.

“Sejumlah kejadian terjadi di kawasan gambut yang membutuhkan penanganan khusus dan waktu yang tidak singkat,” ujar TR. Keumangan.

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, transportasi, hingga kehidupan sosial.

Karena itu, pemerintah daerah menilai pencegahan perlu diperkuat melalui edukasi masyarakat, pengawasan wilayah rawan, deteksi dini, serta koordinasi antarlembaga dan pemangku kepentingan.

“Oleh karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama. Kita perlu memperkuat kesiapsiagaan, edukasi masyarakat, pengawasan wilayah rawan, deteksi dini, serta koordinasi antarinstansi dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

TR. Keumangan juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Para pelaku usaha dan pengelola lahan diminta ikut bertanggung jawab menjaga wilayah yang berada dalam pengelolaannya.

Ia meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani sejak dini sebelum meluas.

“Tingkatkan komunikasi dengan masyarakat dan hidupkan kembali semangat gotong royong. Apabila ditemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan dan lakukan penanganan sedini mungkin sebelum api meluas,” tegas Bupati.

Bupati menegaskan penanggulangan karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesiapsiagaan perlu menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah, aparat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Mari kita jadikan pencegahan karhutla sebagai gerakan bersama untuk menjaga hutan, lahan, lingkungan, dan keselamatan masyarakat. Jangan menunggu bencana terjadi. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi,” pungkasnya.

Usai apel, Bupati bersama jajaran Forkopimda melakukan pengecekan pasukan dan peralatan kesiapsiagaan bencana untuk memastikan seluruh sarana mitigasi karhutla dalam kondisi siap digunakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....