Kabut Asap Karhutla Selimuti Desa Pasi Jambu Aceh Barat
- 02 Sep 2026 09:02 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Gampong Pasi Jambu dan sejumlah wilayah sekitarnya, Rabu, 2 September 2026 dini hari. Kondisi tersebut membuat jarak pandang terganggu, sementara bau asap cukup menyengat dan dirasakan warga.
Seorang warga Pasi Jambu, Arif, mengatakan kabut asap menyebabkan mata terasa pedih dan mengganggu pernapasan. Dirinya terpaksa menutup hidung dan mulut untuk mengurangi paparan asap.
“Tiba-tiba saja asap pekat ini datang, tadi aman-aman saja. Memang kemarin dari kampung kami terlihat seperti ada kebakaran. Sejak dua hari lalu dari arah Desa Blang Beurandang terlihat warna merah dan gumpalan asap, kemudian sore tadi dari arah Alue Tampak juga terlihat asap seperti kebakaran lahan,” ucap Arif kepada RRI, Rabu, 3 September 2026.
Menurut Arif, kabut asap yang menyelimuti permukiman warga diduga berkaitan dengan kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh Barat. Kondisi serupa, kata dia, kerap terjadi setiap tahun bahkan hampir setiap bulan ada kasus seperti ini.
“Sore tadi hujan, mungkin hujannya tidak memadamkan api sehingga kabut asap menyebar ke desa kami,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat, terdapat 6,5 hektare lahan yang terbakar di tiga kecamatan.
Kebakaran tercatat terjadi di Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, dengan luas sekitar dua hektare. Kemudian Gampong Mesjid Baro, Kecamatan Samatiga, sekitar tiga hektare dan Gampong Aron Tunong, Kecamatan Woyla, sekitar 1,5 hektare.
BPBD Aceh Barat menerima informasi awal mengenai titik api pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Pemantauan melalui aplikasi Sipongi dan Lancang Kuning kemudian menunjukkan adanya sejumlah titik panas di Kecamatan Samatiga, Johan Pahlawan dan Woyla.
Hingga laporan terakhir, lokasi Karhutla masih dalam penanganan dan berpotensi menjalar. Kondisi tersebut diperparah angin kencang serta akses menuju sejumlah lokasi yang sulit dilalui.
BPBD Aceh Barat bersama TNI, Polri, KPH IV Aceh dan masyarakat telah melakukan penanganan di sejumlah titik. Petugas juga menggunakan kendaraan operasional, drone, mesin pompa air dan selang untuk mendukung pemadaman.
BPBD menyebut sumber air di wilayah Woyla masih terbatas, sementara akses menuju lokasi di Kecamatan Samatiga dan Johan Pahlawan cukup sulit. Kebakaran juga dilaporkan merusak vegetasi tanaman serta mengganggu pernapasan warga sekitar.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran asap dan segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar permukiman atau lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....