Hujan Bantu Redam Karhutla, BPBD Aceh Barat Terus Pantau Bara Api Gambut

  • 03 Agt 2026 22:20 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Hujan yang mengguyur Kabupaten Aceh Barat sejak Minggu, 2 Agustus 2026, sore sangat membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Meski demikian, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan masih terdapat bara api di bawah permukaan lahan gambut sehingga proses penanganan dan pemantauan terus dilakukan.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Barat hingga Senin, 3 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB, penanganan karhutla telah mencapai sekitar 90 persen. Total luas lahan yang terdampak mencapai 20,5 hektare, tersebar di Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, Woyla Barat, Bubon, dan Arongan Lambalek.

Ronald menjelaskan, hujan yang turun sejak Minggu sore berhasil menekan penyebaran api di sejumlah titik. Namun, karakteristik lahan gambut menyebabkan bara api masih tersimpan di bawah permukaan tanah sehingga beberapa lokasi masih mengeluarkan asap tipis.

"Secara umum kondisi lahan yang terdampak karhutla sudah tertangani sekitar 90 persen. Namun masih ada beberapa lokasi yang mengeluarkan asap tipis. Hujan memang sudah turun sejak Minggu sore, tetapi belum mampu memadamkan bara api yang berada di bawah permukaan tanah gambut," ujarnya.

Ronalpada Senin tim gabungan memfokuskan penanganan di Gampong Peulante, Kecamatan Bubon. Berdasarkan laporan Pos Damkar Kaway XVI, api di permukaan telah padam, namun petugas tetap melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

"Kami masih mengkhawatirkan kondisi di bawah permukaan tanah. Walaupun bagian atas terlihat basah akibat hujan, belum tentu air telah membasahi seluruh bara api yang berada di dalam lapisan gambut," katanya.

Dalam upaya penanganan, BPBD Aceh Barat mengerahkan personel bersama Pos Damkar Meureubo, Woyla, Arongan Lambalek, dan Kaway XVI, didukung TNI, Polri, masyarakat, serta relawan Unit Kegiatan Mahasiswa Penanggulangan Kebencanaan (UKM PK) Universitas Teuku Umar (UTU).

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mendukung penanganan melalui pemantauan menggunakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas sebagai dasar pelaksanaan water bombing. Selain itu, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.

BPBD mencatat, selain merusak vegetasi, karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan serta warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran.

Ronald berharap curah hujan masih terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan agar bara api di lahan gambut dapat padam sepenuhnya.

"Kami akan terus memantau perkembangan kondisi lapangan selama dua hari ke depan. Semoga hujan terus turun sehingga seluruh titik api benar-benar padam dan penanganan karhutla pada periode Juni hingga Agustus ini dapat dinyatakan selesai dengan kondisi aman 100 persen," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....