Penyuluh Dorong Penguatan Irigasi dan Alsintan untuk Petani Kaway XVI

  • 31 Agt 2026 22:40 WIB
  •  Meulaboh

RRI,CO.ID, Meulaboh- Penguatan jaringan irigasi dan penambahan alat dan mesin pertanian atau alsintan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung produktivitas petani di Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat.

Penyuluh Pertanian BPP Kaway XVI, Muktamar, SP, mengatakan keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu kendala utama, terutama ketika petani memasuki musim gadu.

Menurutnya, jaringan irigasi yang belum sepenuhnya berfungsi membuat sebagian petani masih bergantung pada pompa dan sumber air alternatif.

“Alat-alat pertanian itu perlu ditingkatkan, perlu diperbanyak lagi. Dari sekian tahun ada penyusutan dan rusak,” ujar Muktamar.

Ia juga mendorong pemanfaatan sungai melalui pompanisasi dan perpipaan sebagai solusi sementara sembari menunggu perbaikan jaringan irigasi.

Penggunaan pompa listrik maupun tenaga surya dinilai lebih efisien karena dapat menekan biaya operasional dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak. Muktamar menyebut kebutuhan bahan bakar untuk kegiatan pertanian saat ini relatif dapat dipenuhi melalui mekanisme rekomendasi yang melibatkan kelompok tani dan penyuluh.

Namun, ia berharap ke depan tersedia fasilitas penyaluran BBM yang lebih khusus untuk kebutuhan petani agar kegiatan pengolahan lahan dan panen dapat berjalan lebih mudah.

Selain irigasi, ketersediaan alsintan juga menjadi perhatian karena pola tanam serentak menyebabkan waktu panen berlangsung hampir bersamaan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan alat panen seperti combine harvester meningkat.

Muktamar juga mendorong pemerintah melakukan pengerukan kembali sejumlah waduk atau genangan air yang mulai mengalami pendangkalan. Sumber air tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan yang jauh dari sungai.

“Genang-genang ataupun waduk-waduk ini perlu penggerukan kembali. Tujuannya karena genang itu ada beberapa desa yang bisa menyimpan air untuk sawah,” ujar Muktamar.

Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah pusat, Dinas Pertanian, pengelola irigasi dan pihak terkait lainnya terus memperkuat kerja sama dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pertanian.

Menurutnya, dukungan tersebut penting agar petani dapat menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan di Aceh Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....