Pemkab Nagan Raya Usulkan 129 Hektare Sawah Rusak akibat Bencana di Rehabilitasi

  • 13 Agt 2026 00:02 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID,Nagan Raya- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Provinsi Aceh, mengusulkan rehabilitasi 129 hektare lahan sawah yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir 2025 kepada Kementerian Pertanian (Kementan).

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., Rabu 12 Agustus 2026 mengatakan usulan tersebut telah diterima oleh Kementan dan saat ini proses penanganannya tengah berjalan.

“Pihak Kementan telah menerima usulan dari Pemkab Nagan Raya terkait lahan sawah yang rusak pascabencana tersebut,” kata Marzuki dalam keterangannya di Suka Makmue,

Menurut dia, saat ini pihaknya tengah menunggu proses kontrak Dokumen Rancangan Teknis (DRT) dengan Universitas Syiah Kuala (USK) untuk mendukung rencana rehabilitasi lahan sawah yang diusulkan DTPHP Nagan Raya.

"Insya Allah jika tidak ada kendala, setelah proses kontrak DRT selesai, Kementan direncanakan melakukan survei langsung ke lokasi lahan sawah yang diusulkan," ungkap Marzuki.

"Hasil survei tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan kelayakan dan tindak lanjut penanganan lahan terdampak bencana," tambahnya.

Selain rehabilitasi lahan sawah, DTPHP Nagan Raya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nagan Raya serta instansi terkait lainnya untuk menangani kerusakan jaringan irigasi, khususnya Irigasi Desa Blang Puuk, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Marzuki menegaskan, pemulihan jaringan irigasi menjadi bagian penting dalam upaya mengembalikan fungsi lahan pertanian terdampak bencana.

“Karena tidak mungkin lahan sawah dapat difungsikan dengan baik apabila irigasinya tidak tertangani dengan baik. Oleh karena itu, kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait penanganan irigasi tersebut,” jelasnya.

Ia menjelaskan, rehabilitasi lahan sawah pascabencana tidak hanya mencakup pembersihan lahan, tetapi juga dapat meliputi perbaikan jaringan irigasi, seperti normalisasi saluran air primer, sekunder, dan tersier, serta perbaikan infrastruktur bendung atau saluran yang mengalami kerusakan.

Selain itu, penanganan juga dapat didukung melalui bantuan sarana produksi pertanian, antara lain penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta benih padi agar kegiatan budi daya dapat segera kembali berjalan.

Marzuki berharap proses rehabilitasi lahan sawah yang telah diusulkan tersebut dapat berjalan lancar dan segera direalisasikan sehingga para petani yang terdampak bencana dapat kembali menggarap lahan mereka.

“Semoga yang kita usulkan tidak mengalami kendala apa pun dan dapat secepatnya diproses agar para petani yang menjadi korban bencana tersebut bisa turun lagi ke sawah seperti biasa, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh petani,” tutupnya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....