Dinkes Aceh Barat Gencarkan Tracing TBC, Cegah Penularan Meluas
- 27 Agt 2026 11:10 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat menggencarkan tracing tuberculosis (TBC) yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah kecamatan mulai Agustus hingga November 2026 untuk menemukan kasus secara lebih dini. Salah satu kegiatan dilaksanakan di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu, 26 Agustus 2026, dengan menyasar penderita TBC, keluarga serta masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, S.Kep., M.KM mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penemuan kasus TBC di tengah masyarakat. Pemeriksaan dilakukan melalui screening awal sehingga orang yang terindikasi dapat segera mendapatkan penanganan sesuai prosedur.
“Hari ini kita melakukan tracing TBC di beberapa kecamatan, salah satunya di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan,” kata Evi, Rabu (26/8/2026).
Menurut Evi, program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dilaksanakan secara nasional selama empat bulan. Setiap lokasi sasaran ditargetkan melibatkan sekitar 100 peserta untuk menjalani pemeriksaan.
“Pesertanya terdiri dari penderita TBC, keluarga yang memang ada penderita TBC, serta lingkungan yang ada penderita TBC,” ujarnya.
Evi menyebutkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh Barat, terdapat sekitar 230 kasus TBC yang tercatat sejak Januari hingga Agustus 2026. Data tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pelacakan dan pemeriksaan terhadap kelompok yang memiliki risiko penularan.
Pelaksanaan tracing juga diintegrasikan dengan program CKG agar masyarakat sasaran tidak hanya memperoleh pemeriksaan terkait TBC. Integrasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya secara lebih menyeluruh sekaligus mempercepat tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan.
“Harapannya ke depan semua penderita TBC ini bisa terobati, semua kasus TBC dapat ditemukan, sehingga tidak ada lagi penularan yang tidak terkendali,” kata Evi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan TBC karena deteksi dini menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan. Menurutnya, stigma dan rasa malu terhadap penyakit tersebut masih menjadi tantangan dalam menemukan kasus secara cepat.
“Kepada masyarakat kami harapkan bersedia dilakukan screening TBC, tujuannya agar cepat kita obati, penularannya bisa dihindari, dan penderita baru tidak kita temukan lagi,” tutur Evi.
Evi menegaskan, masyarakat yang terdiagnosis TBC tidak perlu merasa terisolasi karena penyakit tersebut dapat diobati apabila ditangani sesuai prosedur. Ia meminta masyarakat mendukung proses pemeriksaan dan pengobatan agar upaya pengendalian TBC di Aceh Barat dapat berjalan optimal.
“Jangan merasa terdiskriminasi karena penyakit TBC, kita tahu penyakit ini sering diisolasi oleh masyarakat sehingga ada yang tidak mau mengaku atau menyangkal ketika didiagnosis TBC,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....