DPRK Minta Kualitas Seluruh Sungai di Aceh Barat Diuji

  • 25 Agt 2026 12:21 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Anggota DPRK Aceh Barat, Ramli, SE meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperluas pengujian kualitas air sungai, tidak hanya di Krueng Tujoh. Pengujian juga dinilai perlu dilakukan di sejumlah sungai lainnya, termasuk Krueng Kaway XVI dan Krueng Meureubo, untuk memastikan sumber air masyarakat tetap aman dan terbebas dari pencemaran.

Ramli mengatakan, pemeriksaan kualitas air secara menyeluruh diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi sungai secara objektif, terutama pada wilayah yang berada di sekitar aktivitas masyarakat maupun kegiatan pertambangan.

“Jangan Krueng Tujoh saja yang kita jadikan sampel untuk diuji di laboratorium. Sungai Kaway XVI dan Krueng Meureubo juga perlu kita uji,” kata Ramli saat RDP di Ruang Rapat DPRK Aceh Barat, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurutnya, perhatian terhadap Krueng Kaway XVI dan Krueng Meureubo perlu ditingkatkan karena terdapat dugaan aktivitas pertambangan emas ilegal di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS) kedua sungai tersebut.

Ramli menegaskan, dugaan tersebut tidak boleh langsung disimpulkan sebagai penyebab pencemaran. Pemerintah perlu melakukan pemeriksaan dan analisis laboratorium untuk mengetahui secara pasti kondisi kualitas air serta ada atau tidaknya kandungan yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Karena itu kita perlu cek kualitas airnya. Jangan hanya berdasarkan dugaan. Kita harus tahu melalui hasil laboratorium apakah ada kandungan yang mencemari atau tidak,” ujarnya.

Ia menilai pengujian terhadap Krueng Meureubo menjadi sangat penting karena sungai tersebut merupakan salah satu sumber air baku yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui layanan PDAM.

“Ini perlu kita selamatkan untuk anak bangsa. Air Krueng Meureubo juga disedot untuk kebutuhan PDAM. Karena itu, sama-sama harus kita jaga,” katanya.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif, Ramli meminta pengambilan sampel dilakukan di sejumlah titik, mulai dari kawasan hulu hingga hilir. Dengan metode tersebut, perubahan kualitas air dapat diketahui berdasarkan kondisi di setiap bagian aliran sungai.

Selain pengujian, ia juga mendorong DLH dan pemerintah daerah melakukan pemantauan kualitas air secara berkala. Pengawasan dinilai penting dilakukan pada waktu-waktu tertentu ketika aktivitas masyarakat meningkat, termasuk menjelang Meugang dan Hari Raya Idulfitri.

“Menjelang libur, seperti saat Meugang dan Idulfitri, tolong juga dicek. Apakah ada pencemaran atau tidak. Mudah-mudahan tidak tercemar,” ujarnya.

Ramli berharap hasil pemeriksaan laboratorium nantinya dapat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah pengawasan, pencegahan dan perlindungan terhadap sungai-sungai di Aceh Barat.

Ia menegaskan, menjaga kualitas air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, khususnya dalam menjaga kawasan hulu DAS agar tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat di wilayah hilir.

“Yang kita jaga bukan hanya sungainya, tetapi juga keselamatan masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut,” ucap Ramli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....