Bupati Abdya Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas, Tekankan Integritas ASN

  • 30 Sep 2026 16:58 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., mengambil sumpah dan melantik pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya, Rabu 30 September 2026. Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Abdya, Ketua DPRK Abdya Sekretaris Daerah Abdya, unsur Forkopimda, Muspida Plus serta para camat.

Dalam sambutannya, Safaruddin mengingatkan para pejabat yang dilantik agar menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi integritas dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Ia juga meminta ASN mendukung dan menyukseskan program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, termasuk program penguatan dan penegakan syariat Islam di Kabupaten Abdya.

Safaruddin menyampaikan sejumlah program yang menjadi perhatian pemerintah daerah, di antaranya pembinaan tahfiz, pelatihan dai, pengentasan kemiskinan ekstrem serta pemberdayaan masyarakat.

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., menyalami ASN usai mengambil sumpah dan melantik pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya, Rabu 30 September 2026. Fotio RRI Anwar Yunud

"Saat ini terdapat sekitar 100 tahfiz dan pemerintah daerah juga menyiapkan pelatihan bagi sekitar 300 dai," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Safaruddin juga menyoroti kepedulian terhadap anak yatim. Ia menyebut terdapat sekitar 226 anak yatim dan meminta para pejabat yang berjumlah sekitar 256 orang untuk dapat menjadi bapak asuh secara sukarela.

"Tidak perlu edaran. Saya ingatkan, kalau tidak setuju maka tidak bersama saya," kata Safaruddin.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan ASN, termasuk melaksanakan shalat berjamaah. Safaruddin bahkan menyampaikan apresiasi bagi ASN yang melaksanakan puasa sunnah Senin dan Kamis.

"Saya ingatkan shalat berjamaah. Yang puasa Senin Kamis dapat Rp500 ribu dari saya," ujarnya.

Safaruddin kemudian meminta Sekda Abdya memastikan kedisiplinan para pejabat lama yang telah mengalami perpindahan jabatan.

Ia menegaskan, pejabat yang tidak melaksanakan tugas harus diberikan teguran sesuai ketentuan.

"Saya minta Sekda, kepada mantan pejabat lama apabila tidak masuk maka buat surat teguran. Jangan saat ada jabatan baru kerja, yang dipindah kemarin dicek apakah mereka masuk atau tidak," katanya.

Safaruddin mengatakan, selama sekitar 1,7 tahun memimpin Abdya, pemerintahannya berupaya membawa arah baru dalam pembangunan daerah. Ia menyebut sejumlah kebijakan diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Terkait pembangunan infrastruktur, Safaruddin meminta masyarakat melihat perkembangan pembangunan pada 2027 mendatang. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus menggerakkan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Safaruddin juga menyinggung kebijakan terkait pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRK Abdya. Menurutnya, Pokir DPRK tidak lagi menjadi mekanisme tersendiri, tetapi diarahkan melalui hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

"DPRK kita tidak ada lagi Pokir, tapi mereka tidak ribut karena apa yang saya program itu membantu rakyat. Pokir DPRK diganti dengan hasil Musrenbang," ujarnya.

Ia menjelaskan, usulan pembangunan tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan jalan maupun penanganan banjir. Selain pembangunan fisik, Bupati Abdya kembali menegaskan komitmennya terhadap pelaksanaan syariat Islam.

Ia meminta Ketua MPU Abdya bersama Dinas Syariat Islam memperkuat program penghentian seluruh aktivitas saat azan berkumandang.

Safaruddin berharap seluruh pejabat dan ASN yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Abdya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....