Nagan Raya Raih Penghargaan Pelestari Tradisi Kuliner Aceh

  • 14 Sep 2026 08:44 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kabupaten Nagan Raya meraih penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Pelestari Tradisi Kuliner Aceh dalam ajang Aceh Culinary Festival (ACF) 2026. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya memperkenalkan dan menjaga keberadaan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

Piagam penghargaan diterima Ketua TP-PKK Kabupaten Nagan Raya, Ny. Cut Inda TR Keumangan, dari Ketua TP-PKK Aceh Ny. Marlina Muzakir pada pembukaan ACF 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat, 11 September 2026.

Pembukaan ACF 2026 dilakukan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang diwakili Plt Sekda Aceh Taufik ST MSi. Festival yang mengusung tema “Celebrating the Authentic of Aceh Living Culinary Heritage” tersebut berlangsung hingga 14 September 2026.

Ny. Cut Inda mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Nagan Raya untuk terus mempertahankan kuliner tradisional agar tidak kehilangan nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

“Melalui anjungan Nagan Raya, kami ingin memperkenalkan berbagai kuliner tradisional yang menjadi warisan masyarakat Nagan Raya,” ujarnya.

Beragam kuliner khas Nagan Raya ditampilkan dalam ACF 2026, di antaranya Gulee Jruek, Si Manok Bungong Kala, Reubong Engket Tho, Nicah Oen Kayee, Engket Tho, Boh Itek Jruek, Kerling, Anyang Oen Peutek, dan Acar Boh Timon.

Menurutnya, keberadaan makanan tradisional tersebut tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga menggambarkan tradisi dan identitas masyarakat Nagan Raya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Keberadaan kuliner tradisional ini bukan hanya soal makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan identitas budaya yang harus terus kita lestarikan,” katanya.

Ia berharap pelestarian kuliner khas Nagan Raya tidak berhenti pada kegiatan festival, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat. Upaya tersebut, menurutnya, perlu melibatkan pelaku UMKM dan generasi muda agar kuliner tradisional tetap dikenal sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Kami berharap tradisi kuliner khas daerah ini tidak berhenti hanya pada kegiatan festival, tetapi terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan begitu, kuliner tradisional Nagan Raya tetap hidup, dikenal, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekda Aceh Taufik mengatakan kuliner merupakan bagian dari identitas, sejarah, dan peradaban masyarakat.

Menurutnya, kekayaan kuliner Aceh terbentuk dari perjalanan sejarah dan perjumpaan berbagai budaya, termasuk pengaruh perdagangan yang telah berlangsung sejak dahulu.

“Melalui makanan, kita dapat menelusuri jejak perdagangan, perjumpaan antarbudaya, kekayaan alam, serta tradisi yang diwarisi lintas generasi,” ujar Taufik.

Ia menambahkan, warisan kuliner Aceh perlu terus dipraktikkan, dikembangkan, didokumentasikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kita ingin dunia tidak hanya mengenal rasa masakan Aceh, tetapi juga cerita di baliknya, tentang rempah, tradisi, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang membentuknya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....