Satgas Rehab Rekon Turun ke Jambak, Kerusakan Dibawa ke Pusat
- 11 Agt 2026 22:33 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi meninjau langsung sejumlah fasilitas dan infrastruktur terdampak di Desa Jambak, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Aceh Barat, Selasa, 11 Agustus 2026. Peninjauan yang dipimpin Ketua Tim Percepatan Rehab Rekon Pascabencana Hidrometeorologi Aceh 1, Laksma TNI Nouldy Jan Tangka, S.A.P., M.Tr.Opsla., CHRMN, di dampingi oleh Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh Barat dan sejumlah pihak terkait lainnya dilakukan untuk memetakan kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan bersama kementerian dan lembaga terkait.
Nouldy mengatakan, tim turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi kerusakan yang dialami masyarakat setelah bencana hidrometeorologi. Menurutnya, peninjauan lapangan penting agar kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lokasi terdampak.
“Kami dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi, khususnya di wilayah Aceh Barat, hari ini telah melakukan peninjauan langsung ke Desa Jambak, Kecamatan Pantai Cermin,” kata Nouldy.
Dalam peninjauan tersebut, tim menemukan sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang terdampak bencana dengan tingkat kerusakan yang perlu mendapat perhatian. Objek yang ditinjau meliputi sekolah, jembatan, bronjong di tepian sungai, kantor, hingga lahan persawahan masyarakat.
Nouldy menjelaskan, kondisi sejumlah fasilitas tersebut akan menjadi bahan evaluasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi dalam menentukan kebutuhan penanganan. Temuan di lapangan juga akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan sesuai jenis kerusakan dan kebutuhan rehabilitasi.
“Dalam kunjungan ini, kami meninjau sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang terdampak bencana, antara lain sekolah, jembatan, bronjong yang dibangun di tepian sungai, kantor, serta lahan persawahan yang mengalami kerusakan cukup berat,” ujarnya.
Ia mengatakan seluruh hasil peninjauan akan dibawa ke Satgas yang berada di Jakarta untuk dibahas dan dirapatkan bersama kementerian serta lembaga terkait. Pembahasan tersebut diharapkan dapat mempercepat penentuan langkah konkret untuk menangani berbagai kerusakan akibat bencana.
“Berbagai temuan yang kami dapatkan langsung di lapangan ini akan kami bawa ke Satgas di Jakarta untuk dibahas dan dirapatkan bersama kementerian/lembaga terkait,” kata Nouldy.
Menurutnya, setiap persoalan akan ditindaklanjuti sesuai kondisi dan tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan. Hal itu diperlukan agar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat dilakukan secara tepat sasaran oleh pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi.
Nouldy berharap masyarakat Aceh Barat yang terdampak bencana dapat segera memperoleh penanganan terhadap berbagai kerusakan yang mengganggu aktivitas mereka. Ia menekankan pentingnya percepatan penanganan dengan tetap menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing lokasi.
“Harapan kita, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di Aceh Barat, khususnya akibat bencana hidrometeorologi ini, dapat segera ditangani dan diselesaikan secara cepat dan tepat,” tegasnya.
Kehadiran Satgas di Desa Jambak juga menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan kondisi pascabencana tidak hanya dinilai berdasarkan laporan administratif. Peninjauan langsung diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak.
“Kehadiran kami di sini juga merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat di daerah, khususnya di lokasi-lokasi yang terdampak bencana,” pungkas Nouldy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....