Bupati Aceh Barat Lepas 18 Sarjana Membangun Desa Dukung Program Prioritas Daerah

  • 06 Agt 2026 17:36 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali memperkuat pembangunan berbasis gampong melalui Program Sarjana Membangun Desa (RAJADESA). Sebanyak 18 sarjana resmi dilepas untuk melaksanakan pendampingan di 18 gampong yang tersebar di enam kecamatan selama empat bulan.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM di Aula Cut Nyak Dhien Lantai II Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Aceh Barat, Kamis, 6 Agustus 2026. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan Universitas Teuku Umar (UTU) dan menjadi bagian dari 100 Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Barat, Drs. Marjan Hanafie L., M.Si., mengatakan, pada tahun 2026 sebanyak 18 sarjana diterjunkan ke gampong-gampong sasaran. Mereka berasal dari disiplin ilmu pertanian, kelautan dan perikanan, serta kesehatan.

"Para peserta akan melaksanakan pendampingan di 18 gampong yang berada di Kecamatan Woyla, Woyla Barat, Woyla Timur, Sungai Mas, Panton Reu, dan Pante Ceureumen," ujarnya.

Marjan menjelaskan, pendampingan difokuskan pada tiga sektor prioritas, yakni penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, optimalisasi budidaya perikanan, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu melahirkan produk unggulan desa sesuai potensi masing-masing wilayah, sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemberdayaan kelompok tani, nelayan, kader kesehatan, dan aparatur gampong.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi mengapresiasi sinergi antara DPMG dan Universitas Teuku Umar yang terus berlanjut dalam menghadirkan tenaga pendamping bagi masyarakat desa.

Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah gampong merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal.

"Potensi Aceh Barat di sektor pertanian, perikanan, dan kesehatan sangat besar. Kehadiran para sarjana ini diharapkan mampu menjadi energi baru dalam meningkatkan produktivitas masyarakat, memperkuat kelembagaan desa, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lapangan," kata Tarmizi.

Bupati menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat, seperti meningkatnya hasil pertanian, berkembangnya usaha perikanan, hingga tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat.

Ia juga meminta para camat dan keuchik menerima para peserta RAJADESA sebagai bagian dari keluarga besar gampong serta melibatkan mereka dalam musyawarah desa dan berbagai kegiatan pembangunan.

Kepada para sarjana, Bupati berpesan agar mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menghormati kearifan lokal, serta menggabungkan ilmu pengetahuan dengan pengalaman masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan desa.

Acara pelepasan turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Barat, Wakil Rektor Universitas Teuku Umar Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum, para kepala perangkat daerah, dekan dari tiga fakultas UTU, Ketua LPPM UTU, dosen pendamping, enam camat, para keuchik dari 18 gampong lokasi pendampingan, serta seluruh peserta Program Sarjana Membangun Desa Tahun 2026.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap lahir inovasi dan pemberdayaan masyarakat yang mampu mewujudkan gampong yang mandiri, produktif, sehat, serta memiliki daya saing berbasis potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....