Rawon Nipah Jadi Magnet Wisata di Krueng Bubon

  • 18 Sep 2026 23:00 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Hamparan nipah dan mangrove di sepanjang Krueng Bubon, Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, mulai diperkenalkan sebagai potensi ekowisata berbasis budaya dan ekonomi masyarakat. Keindahan kawasan tersebut menarik perhatian pejabat pemerintah pusat dan daerah saat mengikuti rangkaian Festival Nipah 2026.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Rawon Nipah atau Woet-Woet Nipah, yakni perjalanan menggunakan perahu menyusuri alur Krueng Bubon yang diapit hamparan pohon nipah dan mangrove.

Pada Selasa, 16 September 2026, tiga armada perahu bergerak dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Suak Timah menuju Jembatan Kuala Bubon.

Rombongan di antaranya Direktur Film, Musik dan Seni Kementerian Kebudayaan RI Irni Dewi Wanti SS MSP, jajaran Kementerian Kebudayaan, Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM, Kapolres Aceh Barat serta sejumlah kepala SKPK Aceh Barat.

Sepanjang perjalanan, rombongan menikmati panorama kawasan nipah dan mangrove yang membentang di kiri dan kanan sungai. Sejumlah peserta juga mengabadikan pemandangan alam yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Kalau mangrove banyak di tempat lain, tapi nipah tidak semua tempat memilikinya,” kata Irni Dewi Wanti kepada RRI, Jumat, 19 September 2026.

Keberadaan hamparan nipah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal Gampong Suak Timah yang masuk dalam lima Desa Pemajuan Kebudayaan 2025-2026 di Indonesia.

Irni Dewi Wanti mengatakan, pengembangan kebudayaan di tingkat desa perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Desa adalah akar tumbuh kembangnya kebudayaan. Tapi desa juga harus sejahtera dari budayanya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan, Festival Nipah tidak hanya ditujukan sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi ekonomi dan pariwisata masyarakat.

Pemkab Aceh Barat mendorong kawasan puluhan hektare di sekitar Krueng Bubon untuk dikembangkan menjadi Ekowisata Nipah Aceh Barat.

Kawasan tersebut memiliki sejumlah potensi, mulai dari wisata susur sungai melalui Woet-Woet Nipah, aktivitas memancing, hasil sungai yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, hingga wisata sejarah dan budaya.

Potensi tersebut juga dapat dipadukan dengan produk olahan nipah yang dikembangkan pelaku UMKM lokal.

Ketua Tim Taskforce Percepatan Ekowisata Nipah Aceh Barat Abu Rangkileh mengatakan, pengembangan destinasi wisata di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif kunjungan wisatawan ke Aceh Barat.

“Kita ingin orang akhir pekan tidak hanya berpikir ke Banda Aceh atau Sabang. Kita ingin mereka punya alasan kuat untuk datang ke Aceh Barat. Kalau wisata hidup, UMKM pasti tumbuh,” katanya.

Festival Nipah 2026 berlangsung 14 hingga 15 September 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkenalkan potensi nipah sebagai bagian dari kekayaan budaya, wisata alam dan sumber ekonomi masyarakat Gampong Suak Timah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....