Tim BNPB Gunakan Drone Thermal Pantau Suhu Panas Api di Cot Seumeureung dan Lapang

  • 30 Jul 2026 13:04 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID-Meulaboh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat terus mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Cot Seumeureung–Lapang. Dalam penanganan tersebut, BPBD mendapat dukungan penuh dari Tim Khusus Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan penilaian tingkat risiko dan pemetaan analisis teknis di wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T. Ronald Nehdiansyah, Kamis 30 Juli 2026 mengatakan tim BNPB dari Jakarta tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh pada tanggal 29 Juli 2026. Selanjutnya, tim tiba di Meulaboh sekitar pukul 18.20 WIB dan langsung bergerak ke lokasi untuk menjalankan tugas menggunakan teknologi drone thermal.

"Tim BNPB secara khusus membawa drone thermal guna memantau hotspot dan melakukan pemetaan suhu bawah permukaan di kawasan terdampak Cot Seumeureung–Lapang," ujar Ronald.

Ia menjelaskan, secara visual penjalaran api di permukaan saat ini sudah tidak lagi terjadi. Kondisi tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya penanganan yang dilakukan secara masif oleh seluruh unsur terkait.

"Berbagai intervensi telah kita lakukan bersama, mulai dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembasahan darat secara intensif menggunakan mesin pompa bertekanan tinggi, hingga bantuan hujan dengan intensitas tinggi sebanyak dua kali periode," katanya.

Meski demikian, Ronald menegaskan karakteristik lahan gambut mengharuskan penanganan dilakukan hingga benar-benar tuntas. Berdasarkan hasil pemantauan awal menggunakan drone thermal, masih ditemukan bara api yang tersimpan di bawah permukaan tanah.

"Hasil pemantauan udara menunjukkan masih terdapat kandungan bara api di bawah permukaan dengan suhu berkisar antara 80 hingga 100 derajat Celsius. Bara api ini sangat berpotensi memicu kebakaran kembali apabila terjadi angin kencang atau cuaca kering," jelasnya.

Menurutnya, penggunaan teknologi pencitraan termal merupakan hasil diskusi strategis antara BPBD Aceh Barat dan Tim Karhutla BNPB agar langkah penanganan berikutnya dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.

Selain itu, BPBD juga mengacu pada prakiraan cuaca dari BMKG Bandara Cut Nyak Dhien Meulaboh yang menginformasikan bahwa peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di wilayah terdampak dalam waktu dekat relatif kecil.

"Kami akan menjadikan hasil analisis visual termal secara menyeluruh sebagai dasar dalam menentukan metode penanganan lanjutan yang paling efektif, efisien, dan terukur, sehingga potensi munculnya kembali titik api dapat dicegah secara maksimal," tutup Ronald.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....