BPBD Aceh Barat: Kebakaran Lahan 13 Hektare, 70 Persen Berhasil Dipadamkan

  • 27 Jul 2026 16:21 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah kecamatan di Aceh Barat. Hingga saat ini, luas lahan yang terbakar mencapai 13 hektare di Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, Woyla Barat, dan Meureubo, dengan proses pemadaman yang masih berlangsung.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan sebagian besar area yang terbakar telah berhasil ditangani oleh tim gabungan. Menurutnya, sekitar 70 persen atau kurang lebih sembilan hektare lahan telah dipadamkan secara menyeluruh.

"Dari total 13 hektare yang terbakar, sudah tertangani sekitar 70 persen atau lebih kurang sembilan hektare sudah tertangani. Jadi bisa kami klaim sembilan hektare itu sudah padam total, namun ada beberapa bagian wilayah yang memang sudah tertangani tetapi masih ada sumber api yang kami yakini berpotensi menyebar kembali sehingga kami terus berupaya memastikan sumber api tersebut padam total," ujar Ronald, Senin, 27 Juli 2026.

Ronald menjelaskan, proses penanganan kebakaran masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Angin kencang, lokasi kebakaran yang jauh dari akses, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama dalam upaya pemadaman.

Ia menyebutkan, jarak antara sumber air dengan titik kebakaran berkisar antara 600 hingga 900 meter. Kondisi tersebut menyebabkan petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk menyalurkan air ke lokasi kebakaran.

Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut, BPBD Aceh Barat bekerja sama dengan berbagai pihak. Tim gabungan yang terlibat terdiri atas TNI, Polri, masyarakat, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

BPBD Aceh Barat memastikan upaya pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam. Langkah itu dilakukan untuk mencegah munculnya kembali sumber api yang dapat memicu meluasnya kebakaran lahan di wilayah terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....