BPBD Aceh Barat Klaim Penanganan Karhutla Capai hingga 70 Persen
- 23 Jul 2026 23:04 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat melaporkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat kecamatan hingga Kamis, 23 Juli 2026 pukul 17.00 WIB. Dari total sekitar 12,5 hektare lahan yang terdampak di Kecamatan Meureubo, Samatiga, Johan Pahlawan, dan Woyla Barat, sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan dengan tingkat penanganan mencapai 60 hingga 100 persen melalui operasi gabungan BPBD, TNI, Polri, damkar, masyarakat, dan relawan.
Laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Aceh Barat menyebutkan kebakaran pertama kali dilaporkan masyarakat sejak 17 Juli 2026. Tim BPBD kemudian melakukan penanganan secara bertahap di sejumlah lokasi yang mengalami kebakaran hingga operasi pemadaman terus berlanjut.
Berdasarkan data BPBD, lokasi kebakaran di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, dengan luas sekitar 0,5 hektare telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Sementara itu, kebakaran di Gampong Cot Seumeureng, Paya Lumpat, Lapang, dan Leuhan telah berhasil dikendalikan sekitar 70 persen.
Di Kecamatan Woyla Barat, tepatnya di Gampong Blang Luah, proses pemadaman juga menunjukkan perkembangan positif. Hingga laporan diterbitkan, tingkat keberhasilan penanganan di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 60 persen meski petugas masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, mengatakan seluruh personel gabungan terus bekerja maksimal untuk mempercepat pengendalian kebakaran di seluruh titik terdampak. "Tim melanjutkan penanganan pemadaman dan penyekatan di Gampong Cot Seumeureng hingga Paya Lumpat serta penanganan di Gampong Leuhan, sementara tim Damkar Pos Arongan dan Woyla melakukan penanganan di Gampong Blang Luah, Woyla Barat," kata Ronald dalam keterangan tertulis.
Menurut Ronald, strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga penyekatan agar kebakaran tidak meluas ke kawasan lain. Langkah tersebut dilakukan mengingat sebagian lokasi memiliki vegetasi yang mudah terbakar sehingga memerlukan pengawasan secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan keberhasilan penanganan karhutla merupakan hasil sinergi berbagai unsur yang terlibat di lapangan. "Melalui arahan Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, tim dari Mako melakukan penanganan di Kecamatan Samatiga dan Kecamatan Johan Pahlawan, kemudian operasi dilanjutkan secara terpadu bersama TNI, Polri, damkar, masyarakat, dan relawan," ujarnya.
Meski demikian, Ronald mengakui proses pemadaman masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber air dan kondisi angin kencang yang memicu api mudah menyebar. Karena itu, BPBD mengerahkan sejumlah sarana pendukung, mulai dari kendaraan operasional, mesin pompa air, selang pemadam hingga drone untuk memantau perkembangan titik api dari udara.
BPBD Aceh Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas. Pemerintah daerah bersama aparat terkait akan terus melakukan patroli, pemantauan, dan penanganan hingga seluruh titik karhutla di Aceh Barat berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....