Mualem Lantik 248 Kepala Sekolah, Awali Sejarah Baru Pendidikan Aceh

  • 26 Jul 2026 16:13 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, melantik 248 kepala SMA, SMK, dan SLB se-Aceh di Anjong Mon Mata Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis, 23 Juli 2026. Pelantikan yang pertama kali dilakukan langsung oleh Gubernur Aceh itu menjadi momentum bersejarah untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelantikan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Aceh serta para kepala sekolah yang menerima amanah baru. Selain menjadi agenda pengukuhan jabatan, kegiatan itu juga menjadi penegasan komitmen Pemerintah Aceh dalam membangun sektor pendidikan yang lebih berkualitas.

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh menyebut pelantikan tersebut sebagai sejarah baru bagi dunia pendidikan di Aceh. Menurutnya, kepala sekolah harus mampu menjalankan tugas secara profesional tanpa dipengaruhi kepentingan di luar fungsi pendidikan.

"Ini menjadi sejarah kepala sekolah SMA dan SMK yang ada pelantikannya. Dulu sebulan dua bulan diganti. Jangan ada lagi kepentingan di lembaga pendidikan," kata Mualem.

Ia menegaskan pelantikan langsung oleh gubernur merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Aceh dalam memperkuat sistem pendidikan. Para kepala sekolah diminta menjadikan amanah tersebut sebagai tanggung jawab untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.

"Ini saya lantik langsung agar mengarah ke hal positif. Kita juga akan melakukan evaluasi secara berkala. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Mualem mengatakan hari pelantikan itu akan menjadi momen yang dikenang oleh seluruh kepala sekolah yang baru dilantik. Mereka, kata dia, memiliki tanggung jawab besar untuk membimbing dan mengayomi generasi muda Aceh.

"Ini jadi hari sejarah bapak dan ibu yang bakal mengayomi anak-anak di sekolah. Semoga bisa sukses dan sejahtera bagi kita semua. Atas nama Pemerintah Aceh kami ucapkan selamat kepada semua pejabat yang hari ini menerima amanah," katanya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. Karena itu, setiap kepala sekolah harus menjadi pembimbing dan pembina bagi peserta didik.

"Jabatan ini adalah amanah Allah. Bapak dan ibu yang terpilih menjadi pembimbing dan pembina anak sekolah, mari kita ayomi sebaik mungkin," ujar Mualem.

Menurutnya, peran guru dan kepala sekolah sangat penting setelah orang tua dalam membentuk karakter anak. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh kepala sekolah memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.

"Kita tahu bahwa selepas orang tuanya, kitalah pembimbing generasi muda Aceh. Jadi pastikan anak-anak benar-benar belajar, jangan berkelahi di sekolah. Murid sekolah saat ini akan menjadi pengganti kita ke depan," kata Mualem.

Selain meningkatkan kualitas akademik, kepala sekolah juga diminta memberi perhatian terhadap pembinaan akhlak peserta didik. Menurut Mualem, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan peningkatan prestasi agar mampu melahirkan generasi Aceh yang berintegritas.

"Saya harapkan kepada kepala sekolah marilah jaga akhlak dan karakter anak-anak kita. Yang jelas anak di bangku SMA harus diarahkan ke jalan yang lebih bermakna," ujarnya.

Mualem menambahkan, pelantikan kepala sekolah merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh memperkuat birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan. Ia berharap kebijakan tersebut mampu menciptakan kepemimpinan sekolah yang lebih stabil sehingga program pendidikan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Aceh juga melantik lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Aceh. Mereka adalah Muhsin sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dr. Amrizal sebagai Kepala Biro Hukum Setda Aceh, Muhammad Fadhil sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, Ramzi sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Aceh, dan dr. M. Fuad sebagai Wakil Direktur Penunjang RSUD dr. Zainoel Abidin.

Pelantikan kepala sekolah dan pejabat pimpinan tinggi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Pemerintah Aceh optimistis kepemimpinan baru di sektor pendidikan akan mendorong lahirnya generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....