BUMG Cot Darat Kembangkan Budidaya Pepaya Madu Bersama Pesantren
- 12 Jul 2026 23:43 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Cot Darat, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, berhasil mengembangkan budidaya pepaya madu melalui kerja sama dengan Pesantren Raudhatul Jannah. Program yang memanfaatkan lahan wakaf seluas dua hektare tersebut kini mampu menghasilkan hingga satu ton pepaya setiap kali panen.
Budidaya pepaya madu yang dibina Pemerintah Gampong Cot Darat bersama pengurus BUMG dan tokoh masyarakat itu menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendukung perekonomian desa dan pesantren.
Geuchik Cot Darat, Zulkarnain, mengatakan budidaya pepaya madu dilakukan di dua lokasi dengan luas total sekitar dua hektare. Saat ini terdapat sekitar 2.000 pohon pepaya yang dipanen secara bertahap setiap tujuh hingga sepuluh hari.
"Dalam sekali panen kami mampu menghasilkan sekitar 800 kilogram hingga satu ton pepaya madu. Produktivitas ini cukup baik dan terus meningkat seiring bertambahnya usia tanaman," kata Zulkarnain, Minggu, 12 Juli 2026.

Menurutnya, pemasaran hasil panen dilakukan melalui media sosial dan berbagai platform digital sehingga mampu menjangkau konsumen lebih luas. Selain masyarakat di Kecamatan Samatiga, pembeli juga datang dari Meulaboh dan para pengepul yang memasok kebutuhan pasar buah di wilayah Aceh Barat.
Ia menjelaskan, pepaya madu yang dibudidayakan merupakan varietas California yang relatif mudah dalam perawatan dan memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi.
"Harga jual saat ini sekitar Rp4.000 per kilogram. Perawatannya juga cukup mudah sehingga sangat potensial dikembangkan sebagai komoditas unggulan desa," ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Raudhatul Jannah, Waled Miswar, mengatakan pemanfaatan lahan wakaf untuk budidaya pepaya dilakukan sebagai langkah produktif sebelum kawasan tersebut dibangun menjadi kompleks pesantren.
"Daripada lahan wakaf dibiarkan kosong, kami berkolaborasi dengan BUMG Cot Darat untuk menanam pepaya. Hasilnya dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat desa," katanya.
Menurut Waled Miswar, kerja sama tersebut menjadi contoh sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah gampong dalam mengoptimalkan aset wakaf agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Saat ini, permintaan pepaya madu dari Aceh Barat, Nagan Raya, hingga Aceh Jaya terus meningkat. Kondisi tersebut membuka peluang bagi BUMG Cot Darat dan Pesantren Raudhatul Jannah untuk terus mengembangkan budidaya pepaya sebagai salah satu komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....