Baitul Mal Simeulue dan STAIN Meulaboh Jalin Kerja Sama Program SKSS

  • 25 Jun 2026 18:13 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh dan Baitul Mal Kabupaten Simeulue resmi menjalin kerja sama dalam pelaksanaan Program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi mahasiswa asal Kabupaten Simeulue. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di ruang rapat pimpinan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Selasa, 23 Juni 2026.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua lembaga dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung lahirnya generasi Simeulue yang berpendidikan, mandiri, dan berdaya saing.

Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Simeulue, Supriadi, mengatakan Program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan terobosan yang dirancang untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada keluarga kurang mampu agar dapat melahirkan sarjana pertama dalam keluarganya.

“Kami ingin membangun sinergi dengan STAIN Meulaboh melalui Program SKSS. Ini merupakan program perdana di Aceh yang kami harapkan mampu menjadi jembatan bagi anak-anak Simeulue untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya,” ujarnya.

Menurut Supriadi, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang efektif dalam memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu menjadi salah satu program prioritas yang dijalankan Baitul Mal Kabupaten Simeulue.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Khairuddin Hasan, menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan kampus untuk mendukung pelaksanaan program secara optimal.

“Kami siap berkolaborasi dalam proses pendataan, verifikasi, hingga pemantauan perkembangan studi mahasiswa penerima beasiswa. Harapannya, bantuan yang diberikan benar-benar berdampak terhadap keberhasilan studi mahasiswa,” katanya.

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Syamsuar, menilai program tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan daerah.

Menurutnya, setiap mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi memiliki potensi menjadi agen perubahan yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di daerah asalnya.

“Program ini merupakan ikhtiar mulia untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan. Kita berharap para penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi dengan baik, kembali ke daerahnya, dan menjadi motor penggerak pembangunan serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa asal Kabupaten Simeulue yang menempuh pendidikan di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh akan memperoleh bantuan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta dukungan biaya hidup selama masa studi sesuai ketentuan yang berlaku.

Penerima beasiswa diprioritaskan bagi mahasiswa aktif yang berasal dari keluarga kurang mampu dan tidak sedang menerima beasiswa penuh dari lembaga lain. Jumlah penerima akan disesuaikan dengan hasil seleksi dan ketersediaan anggaran program.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Simeulue serta melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....