MPD Aceh Barat Libatkan Akademisi Susun Kurikulum Muatan Lokal

  • 05 Agt 2026 16:15 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Barat menggandeng akademisi, praktisi pendidikan, dan guru dalam menyusun Capaian Pembelajaran (CP) Muatan Lokal (Mulok) Bahasa dan Sastra Aceh serta Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ). Penyusunan dokumen tersebut diharapkan menjadi dasar penguatan identitas budaya Aceh sekaligus pendidikan karakter religius di sekolah.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop selama dua hari, 5–6 Agustus 2026, berlangsung di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Meulaboh. Workshop tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun dokumen kurikulum yang kontekstual, implementatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh Barat.

Ketua MPD Aceh Barat, Drs. Adami Umar, M.Pd., mengatakan penyusunan Capaian Pembelajaran Muatan Lokal merupakan langkah strategis untuk menghadirkan kurikulum yang mampu mengakomodasi kekhasan daerah sekaligus memperkuat karakter peserta didik.

"Muatan lokal merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Karena itu, penyusunan capaian pembelajaran dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan akademisi, praktisi pendidikan, serta guru yang nantinya akan mengimplementasikan kurikulum tersebut di sekolah," ujarnya.

Menurut Adami, penyusunan CP Mulok merupakan tindak lanjut dari Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 5 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Muatan Lokal Aceh Kabupaten Aceh Barat serta Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 83 Tahun 2022 tentang Standar Isi Muatan Lokal pada Pendidikan Dasar. Kedua regulasi tersebut menjadi dasar pengembangan kurikulum yang berorientasi pada pelestarian budaya Aceh dan penguatan pendidikan keagamaan.

Dalam proses penyusunannya, MPD Aceh Barat melibatkan akademisi dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Selain itu, turut hadir Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), serta pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Muatan Lokal.

Selama workshop, peserta membahas penyelarasan capaian pembelajaran dengan kurikulum nasional, penyusunan elemen pembelajaran pada setiap fase, hingga strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di Aceh Barat.

Pembahasan difokuskan pada penyusunan Capaian Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Aceh sebagai upaya melestarikan bahasa, sastra, adat istiadat, dan budaya daerah. Sementara itu, penyusunan CP Muatan Lokal Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, memahami, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an.

MPD Aceh Barat optimistis kolaborasi antara akademisi, praktisi pendidikan, dan komunitas guru akan menghasilkan dokumen Capaian Pembelajaran yang berkualitas dan mudah diterapkan di sekolah. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman pembelajaran yang mampu melahirkan generasi Aceh Barat yang berkarakter, berbudaya, serta memiliki pemahaman keagamaan yang kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....