Komisi VII DPR RI Gelar Workshop Monetisasi Konten Kreatif di Meulaboh

  • 02 Agt 2026 23:53 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Komisi VII DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar Workshop Monetisasi Konten Kreatif bertema Mengoptimalkan Platform Digital untuk Kreator di Gedung Pendidikan Terintegrasi STAIN Teuku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat, Minggu, 2 Agustus 2026 pagi. Kegiatan tersebut diikuti para pelaku ekonomi kreatif dan kreator digital sebagai upaya meningkatkan kapasitas dalam memanfaatkan platform digital untuk menghasilkan nilai ekonomi.

Usai kegiatan, Anggota Komisi VII DPR RI H.T. Zulkarnaini atau yang akrab disapa Ampon Bang mengatakan workshop tersebut merupakan bentuk sinergi antara DPR RI dan Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif di daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif, khususnya di Aceh.

"Ini merupakan kerja sama Kementerian Ekonomi Kreatif dengan DPR RI, dalam hal ini Komisi VII," ujar Ampon Bang. Ia menilai kolaborasi lintas lembaga menjadi langkah penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah.

Ampon Bang juga mendorong pemerintah daerah agar segera menginventarisasi seluruh potensi sektor ekonomi kreatif yang dimiliki. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar untuk diperjuangkan dalam penyusunan kebijakan maupun program pemerintah di tingkat pusat.

Selain itu, Ampon Bang meminta pemerintah daerah membentuk badan atau kantor yang secara khusus menangani sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, keberadaan kelembagaan khusus akan memperkuat pembinaan, pendampingan, dan pengembangan pelaku ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekonomi Kreatif, Doni Setiawan, mengatakan pemerintah juga mendorong setiap daerah membangun kelembagaan ekonomi kreatif sebagai penggerak pembangunan. "Kami juga mendorong daerah agar mulai ada kelembagaan tentang ekonomi kreatif di daerah, karena ekonomi kreatif merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah," katanya.

Doni menambahkan, meskipun Aceh belum memiliki bioskop, ekosistem perfilman di daerah tersebut telah tumbuh melalui berbagai komunitas film yang aktif berkarya. Karena itu, pemerintah berharap ekosistem perfilman di Aceh terus berkembang sehingga mampu melahirkan karya-karya kreatif yang berdaya saing sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....