Aceh Jaya Dukung Agroindustri Kelapa Terpadu, Serap Ribuan Tenaga Kerja

  • 15 Jun 2026 16:49 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Calang - Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya menyatakan dukungan terhadap pengembangan kawasan agroindustri kelapa terpadu dan industri hilirisasi kelapa yang dirancang sebagai proyek investasi strategis di wilayah pesisir Aceh Jaya. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Aceh Jaya, Safwandi, saat menghadiri pertemuan bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Aceh dan tim akademisi Universitas Syiah Kuala di Kantor Wilayah Perbendaharaan Kementerian Keuangan Aceh, Jumat, 12 Juni 2026.

Pertemuan tersebut membahas rencana pengembangan kawasan perkebunan kelapa terpadu seluas sekitar 1.500 hektare yang akan terintegrasi dengan berbagai industri pengolahan hasil kelapa. Pemerintah daerah menilai proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Aceh Jaya.

Dalam kegiatan itu, Bupati Safwandi didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh Jaya, Juanda. Sementara pihak Kanwil DJPb Aceh dan akademisi Universitas Syiah Kuala memaparkan prospektus investasi yang sedang disusun untuk menarik minat investor.

Konsep kawasan agroindustri tersebut mengusung pendekatan zero waste dengan memanfaatkan seluruh bagian buah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Produk yang direncanakan antara lain santan kemasan, virgin coconut oil (VCO), cocofiber, cocopeat, gula semut, hingga arang tempurung.

Berdasarkan kajian awal yang dipaparkan tim penyusun prospektus investasi, proyek tersebut diperkirakan mampu menciptakan lebih dari 1.300 lapangan kerja langsung. Selain itu, sekitar 3.500 peluang kerja tidak langsung juga diproyeksikan akan terbuka bagi masyarakat di sekitar kawasan pengembangan.

Menanggapi rencana tersebut, Bupati Safwandi menyatakan dukungannya terhadap pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi industri di Aceh Jaya. Menurutnya, langkah tersebut dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah sekaligus memperkuat sektor perkebunan masyarakat.

“Kami sangat sependapat dengan pengembangan komoditas kelapa dan hilirisasi di Aceh Jaya. Namun ada beberapa catatan penting yang harus menjadi perhatian. Tanah yang ditawarkan merupakan tanah adat yang harus memberikan manfaat bagi pemberdayaan mukim dan masyarakat. Selain itu, pengembangan kawasan juga perlu memanfaatkan lahan-lahan milik masyarakat sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh warga,” kata Safwandi.

Ia menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Aceh Jaya harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lokal. Pemerintah daerah juga menginginkan agar setiap tahapan pembangunan dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat sebagai bagian utama dari proses pengembangan.

Menurut Safwandi, sektor agroindustri berbasis kelapa memiliki prospek besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pengembangan industri pengolahan juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan ekonomi daerah terhadap penjualan komoditas primer.

Ia menambahkan bahwa konsep hilirisasi yang mengintegrasikan perkebunan dengan industri pengolahan merupakan langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah. Dengan pola tersebut, nilai tambah produk kelapa dapat dinikmati langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terbuka terhadap investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga keberlanjutan lingkungan dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh Jaya,” ujarnya.

Melalui diskusi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya berharap kajian investasi yang sedang disusun dapat menjadi landasan pengembangan kawasan agroindustri kelapa yang berkelanjutan. Proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadikan Aceh Jaya sebagai salah satu pusat agroindustri kelapa di Provinsi Aceh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....