BPBD Aceh Barat: Karhutla Mulai Terkendali, Pemantauan Diperketat

  • 07 Jun 2026 23:53 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat terus melakukan pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kecamatan sejak 30 Mei 2026 hingga Jumat, 5 Juni 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan kebakaran yang telah berdampak pada sekitar 24,1 hektare lahan di Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Aceh Barat, luas lahan terdampak terbesar berada di Kecamatan Bubon dengan total sekitar 20 hektare. Sementara itu, luas lahan yang terbakar di Kecamatan Johan Pahlawan mencapai 1,5 hektare, Kecamatan Arongan Lambalek 1 hektare, dan Kecamatan Meureubo sekitar 1,6 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat melalui Kepala Pusdalops, Mashuri menyampaikan bahwa sebagian besar titik kebakaran saat ini telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa titik yang mengeluarkan kepulan asap dan berpotensi memicu penjalaran api kembali.

“Sebagian besar titik kebakaran telah berhasil ditangani dan saat ini masih terus dilakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali meluas,” ujar. Menurutnya, kondisi terkini menunjukkan perkembangan yang cukup positif dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Di Kecamatan Bubon, sekitar 14 hektare atau 70 persen dari total area terdampak telah berhasil dikendalikan oleh tim gabungan. Sedangkan seluruh titik kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan, Arongan Lambalek, dan Meureubo dilaporkan telah padam dan kini memasuki tahap pemantauan.

Sejak awal kejadian, BPBD Aceh Barat bersama unsur TNI, Polri, Pos Damkar Woyla, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) IV, aparat kecamatan, pemerintah gampong, dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman. Berbagai sarana pendukung seperti mesin pompa air, kendaraan operasional, dan armada pemadam juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Pada Jumat, 5 Juni 2026, tim penanganan karhutla tidak melaksanakan operasi pemadaman aktif karena kondisi kebakaran relatif terkendali. Kendati demikian, personel BPBD tetap disiagakan di Markas Komando BPBD Aceh Barat guna memantau perkembangan situasi secara intensif.

“Langkah siaga tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun penjalaran kebakaran akibat cuaca yang masih kering,” jelasnya. Pemantauan rutin dinilai penting agar respons cepat dapat dilakukan apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan.

Selain penanganan di darat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari strategi percepatan penanganan karhutla di Aceh Barat. Operasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan potensi hujan sehingga membantu proses pemadaman secara alami di wilayah terdampak.

BPBD Aceh Barat juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas pembakaran sampah yang berisiko memicu kebakaran baru. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar dapat ditangani secepat mungkin.

“Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran susulan. Kami berharap seluruh warga dapat lebih waspada dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla,” tutupnya.

BPBD Aceh Barat memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait guna menjaga kondisi tetap aman dan terkendali. Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kebakaran susulan sekaligus memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah Kabupaten Aceh Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....