PT Mifa Menjadi Narasumber Konferensi Pers Peserta UKWR di Meulaboh

  • 12 Mei 2026 22:20 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – PT Mifa Bersaudara menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara operasional industri tambang, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Hal itu disampaikan Act Group Head CEC PT Mifa Bersaudara, Tengku Kaddhafi Al Munir, saat menjelaskan berbagai langkah perusahaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan daerah ketika menjadi narasumber peserta Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) ke-33 di RRI Meulaboh, Senin 11 Mei 2026.

Menurut Kaddhafi, perusahaan menjalankan dua skema utama, yakni CSR dan PPM, yang memiliki perbedaan mekanisme penyaluran.

“Permintaan bantuan cukup banyak, bukan hanya dari masyarakat desa, tetapi juga kabupaten hingga provinsi.

"Alhamdulillah, beberapa kegiatan masyarakat juga dapat terlaksana melalui dukungan sponsorship perusahaan melalui CSR," ujar Kaddhafi.

Ia menjelaskan, khusus sektor pertambangan, program PPM dijalankan sesuai ketentuan pemerintah dengan prioritas wilayah lingkar tambang atau ring 1, 2, dan 3. Sementara CSR dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Kalau PPM ada ketentuan wilayah prioritas. Namun CSR bisa lebih luas sehingga perusahaan tetap bisa berkontribusi untuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, PT Mifa juga melibatkan sumber daya manusia lokal. Menurut Kaddhafi, banyak putra Aceh dipercaya mengelola program CSR maupun PPM perusahaan.

"Kami menempatkan putra-putra Aceh sebagai bagian dari tim pengelola. Mereka paham kondisi daerah dan menjadi garda depan menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi isu kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang, Kaddhafi mengakui setiap aktivitas manusia berpotensi memberi dampak terhadap lingkungan. Namun, kata dia, perusahaan memiliki tanggung jawab memastikan dampak tersebut tetap terkendali dan sesuai aturan.

"Semua aktivitas ada dampaknya, termasuk kendaraan yang kita gunakan sehari-hari. Tetapi tugas kami adalah menjaga agar dampak itu tetap dalam batas yang bisa ditoleransi dan dikelola dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan kawasan tambang dilakukan dengan perencanaan kontur lahan, pengaturan aliran air, serta reklamasi agar tidak menimbulkan kerusakan jangka panjang.

Kaddhafi menilai kehadiran industri juga memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Ia mencontohkan meningkatnya aktivitas usaha kecil, warung kopi, transportasi, hingga daya beli masyarakat.

"Dulu beberapa kawasan masih sepi, sekarang geliat ekonomi mulai terasa. Warung kopi ramai, usaha masyarakat tumbuh, kendaraan bertambah. Itu tanda ada perputaran ekonomi,” katanya.

Selain ekonomi, ia menyebut kehadiran industri turut mengubah pola hidup masyarakat dari sektor agraris menuju masyarakat industri yang lebih disiplin terhadap waktu dan keselamatan kerja.

Sekarang masyarakat semakin terbiasa dengan budaya kerja yang disiplin. Jam tidur diatur, keselamatan menjadi prioritas, karena pekerjaan di industri menuntut tanggung jawab tinggi," ujarnya.

PT Mifa Bersaudara berharap keberadaan industri tambang di Aceh Barat tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang positif serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....