PWI Pusat dan AFPI Gelar Workshop Jurnalistik Bahas Pendanaan Digital
- 05 Agt 2026 16:27 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Jakarta – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) akan menggelar Workshop Jurnalistik bertema "Pindar untuk Inklusi Keuangan, Jurnalisme untuk Perlindungan Publik". Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman insan pers mengenai industri pendanaan digital sekaligus memperkuat peran media dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Workshop dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, pukul 08.00 hingga 15.00 WIB di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi para jurnalis untuk memperdalam pengetahuan mengenai industri pendanaan digital (Pindar), perannya dalam mendorong inklusi keuangan nasional, serta pentingnya pemberitaan yang akurat dan bertanggung jawab.
Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, mengatakan perkembangan industri keuangan digital menuntut wartawan terus meningkatkan kompetensi agar mampu menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.
"Melalui workshop ini kami berharap wartawan dapat memahami literasi dan inklusi keuangan secara lebih mendalam. Dengan begitu, pemberitaan yang dihasilkan dapat memberikan edukasi sekaligus perlindungan kepada masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital," ujar Marthen.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem keuangan digital. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas jurnalis dalam memahami isu-isu keuangan dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru sekaligus meningkatkan literasi masyarakat.
Marthen menambahkan, kolaborasi antara PWI Pusat dan AFPI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pers dan industri pendanaan digital dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, PWI Pusat berharap jurnalisme yang berkualitas mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, membangun kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital, serta melindungi masyarakat dari berbagai informasi yang menyesatkan terkait literasi dan inklusi keuangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....