USK Gelar ICFAES 2026, Bahas Ketahanan Ekosistem Perairan

  • 16 Sep 2026 11:26 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar The 8th International Conference on Fisheries, Aquatic, and Environmental Sciences (ICFAES) 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Selasa 15 September 2026. Konferensi internasional tersebut membahas upaya memperkuat ketahanan ekosistem perairan menghadapi perubahan iklim.

Konferensi yang diinisiasi Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) USK itu mengusung tema “Resilient Aquatic Ecosystems in the Era of Climate Change”. Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi dan mahasiswa untuk membahas keberlanjutan sumber daya perairan serta tantangan perubahan iklim.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, mengatakan isu ketahanan ekosistem akuatik relevan dengan kondisi Aceh yang memiliki wilayah pesisir dan kehidupan masyarakat yang berkaitan erat dengan sumber daya laut.

Menurutnya, pembahasan dalam konferensi juga berkaitan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati pesisir serta keberlanjutan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan.

“Aceh adalah tempat yang dikenal sebagai titik pertemuan darat dan laut, serta memahami betul arti bangkit dengan ketahanan. Konferensi ini menjadi wujud nyata misi USK dalam menempatkan kolaborasi internasional dan riset yang berdampak langsung bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen global terhadap pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Heru.

Ketua Panitia ICFAES 2026, Dr. Syahrul Purnawan, menyebut konferensi tahun ini menerima 97 abstrak untuk dipresentasikan dalam sesi oral maupun poster. Karya tersebut berasal dari 66 institusi yang terdiri atas perguruan tinggi, lembaga riset, lembaga swadaya masyarakat dan sektor industri dari 12 negara.

Sejumlah negara yang terlibat antara lain Britania Raya, Italia, Belgia, Thailand, Filipina, Bangladesh, Malaysia, Nigeria, India, Jepang, Pakistan dan Indonesia.

Konferensi juga menghadirkan empat pembicara utama internasional, yakni Dr. Hollie Booth dari Universitas Oxford dan Yayasan Kebersamaan untuk Lautan, Dr. Tom Bech Letessier dari Universitas Plymouth, Dr. Stefano Vignudelli dari Consiglio Nazionale delle Ricerche Italia, serta Dr. Joana Dias dari Luminocean Foundation.

Selain pembicara utama, kegiatan diisi tujuh invited speakers dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri serta mitra industri.

USK menyebut hasil konferensi diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal terindeks Scopus dan jurnal terakreditasi nasional. Hasil riset dan pembahasan diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengelolaan lingkungan, mitigasi perubahan iklim serta penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya perairan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....