Jembatan Bailey Wih Kanis Kembali Difungsikan

  • 31 Jan 2026 23:52 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Bener Meriah – Jembatan Bailey Wih Kanis yang berada di Kampung Mangku, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, kini kembali dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat. Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung menuju Kecamatan Syiah Utama dan Mesidah yang sebelumnya hanyut sejauh sekitar 100 meter akibat banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Proses perbaikan jembatan memakan waktu sekitar 21 hari. Selama pengerjaan, pemerintah daerah mengerahkan alat berat untuk menarik kembali struktur jembatan ke posisi semula agar dapat difungsikan kembali. Dengan selesainya perbaikan ini, mobilitas masyarakat mulai berangsur pulih meski belum sepenuhnya normal.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, S.STP., M.AP., menjelaskan bahwa meskipun jembatan utama telah berfungsi, aksesibilitas ke sejumlah wilayah masih menghadapi kendala. Untuk arah Mesidah, kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintas. Namun, ke arah Samar Kilang, kendaraan roda empat baru dapat mencapai Kampung Rusip.

“Kendala utama saat ini adalah akses menuju pusat Samar Kilang yang masih terhambat bagi kendaraan roda empat karena terdapat jembatan lain di Kampung Rusip yang masih terputus,” ujar Ilham saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa (13/1/2026).

Selain persoalan akses jalan, pemulihan jaringan listrik juga masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah terdampak. Di Kecamatan Syiah Utama, sebanyak 14 kampung hingga kini masih mengalami pemadaman total akibat banyaknya tiang listrik yang tumbang. Sementara itu, di Kecamatan Mesidah, pemulihan listrik telah mencapai sekitar 80 persen, namun tiga kampung masih belum mendapatkan aliran listrik, yakni Perumpaken Benjadi, Hakim Peteri Pintu, dan Simpur.

Terkait kebutuhan dasar masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memastikan penyaluran logistik tetap berjalan, khususnya bagi wilayah yang masih terisolasi seperti Samar Kilang. Karena keterbatasan jalur darat, distribusi logistik dilakukan melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter.

Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur dan layanan dasar agar aktivitas masyarakat pascabencana dapat kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....