Jembatan Mulai Dibangun, Bupati Tarmizi Pastikan Akses Pendidikan kembali Pulih

  • 23 Jul 2026 12:32 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Bupati Aceh Barat Tarmizi melaporkan pembangunan jembatan rusak di Kecamatan Pante Ceureumen telah dimulai
  • Jembatan yang dibangun kembali merupakan akses utama bagi masyarakat dan pelajar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dan pendidikan

RRI.CO.ID, Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi, S.P., M.M. menyampaikan bahwa penanganan jembatan yang rusak akibat bencana di Kecamatan Pante Ceureumen mulai menunjukkan perkembangan. Pembangunan jembatan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat, termasuk bagi pelajar, kini telah dimulai.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Tarmizi melalui akun media sosial pribadinya sebagai respons terhadap kondisi pendidikan di Kecamatan Pante Ceureumen yang sempat menjadi perhatian publik akibat rusaknya infrastruktur penghubung.

"Alhamdulillah jembatan yang rusak akibat bencana mulai dikerjakan," tulis Tarmizi, dalam akun resminya dikutip RRI.CO.ID, Kamis 23 Juli 2026.

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, M.M bersama DPRK meninjau kondisi proses rehabilitasi jembatan Cangaj-Jambak yang tengah dikerjakan, Selasa 21 Juli 2026. Foto Dok Pribadi Rakan Tarmizi

Ia menjelaskan, saat bencana yang terjadi pada akhir tahun lalu, terdapat tiga jembatan gantung yang mengalami kerusakan berat hingga putus total, yakni satu unit di Kecamatan Sungai Mas dan dua unit di Kecamatan Pante Ceureumen.

Menurutnya, salah satu jembatan di Pante Ceureumen sempat menjadi sorotan nasional setelah tim ekspedisi Kitabisa dari Jakarta mempublikasikan kondisi anak-anak yang harus menyeberangi sungai untuk bersekolah.

Bupati merinci, penanganan ketiga jembatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Jembatan Kajeung–Tungkop di Kecamatan Sungai Mas telah selesai dibangun oleh TNI.

Sementara Jembatan Jambak–Canggai yang viral karena digunakan anak-anak menyeberangi sungai menuju sekolah saat ini sedang dikerjakan menggunakan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Aceh Barat.

Sedangkan Jembatan Sikundo yang mengalami putus total ditangani oleh Kepolisian Republik Indonesia. Tarmizi menyebutkan peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut dijadwalkan dilakukan oleh Kapolda Aceh.

"Insya Allah besok peletakan batu pertama oleh Kapolda Aceh," ujarnya.

Kapolres Aceh Barat AKBP Agus , Senin 20 Juli 2026 berbincang dengan warga Desa Sikundo di lokasi jembatan tali yang digunakan warga Dusun Durian-Sarah Saree setelah jembatan gantung hancur disapu bencana Hidrometeorologi akhit November 2026. Foto RRi/ Anwar Yunus

Selain penanganan yang sedang berlangsung, Tarmizi memastikan seluruh data infrastruktur yang rusak akibat bencana telah diajukan kepada Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk mendapatkan penanganan dari pemerintah pusat.

"Semua data infrastruktur yang rusak sudah diajukan ke Satgas Rehab Rekon dan akan ditangani oleh pemerintah pusat," tulisnya.

Pembangunan kembali jembatan tersebut diharapkan dapat memulihkan akses transportasi masyarakat serta menjamin keselamatan dan kelancaran aktivitas belajar mengajar bagi pelajar di wilayah pedalaman Kecamatan Pante Ceureumen.

Alternatif Atensi Bupati Tarmizi Selama Proses Pekerjaan

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mulai membangun kembali jembatan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada November 2025 di Kecamatan Pante Ceureumen.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., menegaskan proses pembangunan baru dapat dimulai pada Juli 2026 karena harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan tahapan pengadaan.

Menurut Tarmizi, saat bencana terjadi, anggaran Tahun 2025 telah selesai dialokasikan sehingga tidak memungkinkan dilakukan pembangunan pada tahun yang sama. Sementara itu, pada awal Tahun Anggaran 2026 belum tersedia dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk membiayai pekerjaan tersebut.

"Jembatan sudah mulai dibangun. Saat bencana terjadi pada November 2025, anggaran 2025 sudah habis. Kemudian anggaran 2026 juga belum tersedia karena transfer ke daerah baru dilakukan pada April 2026. Setelah dana tersedia, kami masih harus melalui proses tender perencanaan. Karena itu pekerjaan baru bisa dimulai pada Juli 2026, dan menurut kami ini termasuk cepat," kata Tarmizi.

Murid SDN Alue Lhok Pante Ceureumen dipapah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat menaiki mobil antar jemput siswa. Foto RRI/ Anwar Yunus

Selama proses pembangunan berlangsung, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyiapkan sejumlah langkah agar aktivitas pendidikan masyarakat tidak terganggu.

Alternatif pertama, pemerintah akan menyediakan bus sekolah khusus dengan spesifikasi kendaraan penggerak empat roda (4x4) mengingat kondisi medan menuju lokasi cukup berat.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat bersama aparatur gampong juga sedang membahas rute perjalanan yang paling aman, terutama saat debit sungai meningkat akibat hujan.

"Kami menyiapkan angkutan sekolah menggunakan kendaraan 4x4 karena medannya berat. Saat ini Dinas Pendidikan bersama aparatur gampong juga sedang mengkaji jalur alternatif apabila kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilintasi," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema pembelajaran sementara di Gampong Cangai. Sebanyak 17 siswa akan mengikuti proses belajar mengajar di desa tersebut dengan dukungan enam orang guru yang ditugaskan selama kurang lebih tiga bulan ke depan.

"Alternatif kedua, proses belajar mengajar dipindahkan sementara ke Gampong Cangai. Ada 17 siswa yang akan belajar di sana dengan enam guru yang bertugas. Kami akan memanfaatkan fasilitas yang ada di gampong tersebut sampai jembatan selesai dibangun," jelas Tarmizi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap pembangunan jembatan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga akses transportasi masyarakat dan aktivitas pendidikan di Kecamatan Pante Ceureumen dapat kembali normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....