Pelaku UMKM Pertahankan Tradisi Pembuatan Lemang dengan Cara Tradisional

  • 24 Jul 2026 15:18 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, masih mempertahankan cara tradisional dalam membuat lemang sebagai kuliner khas Aceh. Proses memasak menggunakan bambu, daun pisang, dan kayu bakar dinilai mampu menjaga cita rasa autentik makanan tersebut.

Salah seorang Pemilik usaha lemang saat dikunjungi tim RRI Meulaboh pada Rabu 30 Juni 2026, Hamdani mengatakan bahan utama pembuatan lemang terdiri atas beras ketan, santan kelapa, dan garam yang kemudian dimasukkan ke dalam bambu yang telah dilapisi daun pisang sebelum dibakar. "Beras ketan dicampur santan dan garam, kemudian dimasukkan ke bambu yang sudah diberi daun pisang. Setelah itu baru dibakar," ujarnya.

Ia menjelaskan, usaha berjualan lemang telah dijalankannya sekitar enam tahun. Namun, penjualan dilakukan khusus saat musim durian karena permintaan masyarakat meningkat. "Kalau jualan lemang sudah enam tahun, tetapi biasanya hanya saat musim durian," tambahnya.

Sementara itu, istri tercinta, Safriana yang terlibat dalam proses produksi menjelaskan pemasangan daun pisang di dalam bambu dilakukan secara rapi agar adonan tidak menempel pada bambu saat matang. "Daunnya dimasukkan dulu ke dalam bambu sampai rapi, baru diisi beras ketan dan santan," ujarnya.

Proses pembakaran lemang masih sangat tradisional. Dengan menggunakan kayu bakar, yang berlangsung selama beberapa jam sehingga santan meresap sempurna ke dalam beras ketan dan menghasilkan aroma khas.

Tradisi menikmati lemang bersama durian masih menjadi kebiasaan masyarakat Aceh saat musim panen durian. Selain menjadi kuliner favorit, perpaduan keduanya juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Aceh Jaya sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM kuliner daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....