Begini Cara Olah Jeroan jadi Lebih Sehat dan Bernutrisi
- 30 Mei 2026 11:54 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID,Meulaboh - Jeroan seperti hati, paru, usus dan tetelan memang sering jadi "bintang utama" dalam kuliner kita karena rasanya yang gurih luar biasa. Di satu sisi, jeroan adalah superfood karena sangat kaya zat besi, vitamin A, B12, dan zinc.
Namun di sisi lain, kandungan kolesterol dan lemak jenuhnya yang tinggi sering bikin khawatir. Agar tetap bisa menikmati nutrisinya tanpa mengorbankan kesehatan, ada waktu terbaik dan trik pengolahan yang bisa diterapkan.
Kapan Waktu Terbaik Memakannya?
Siang Hari (Sangat Direkomendasikan): Metabolisme tubuh sedang berada di puncaknya pada siang hari. Selain itu, Anda masih memiliki banyak waktu untuk beraktivitas fisik setelah makan, sehingga kalori dan lemak dari tetelan bisa langsung dibakar menjadi energi.
Hindari Makan Malam Hari: Menjelang tidur, metabolisme tubuh melambat dan hati secara alami memproduksi kolesterol lebih banyak di malam hari. Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh sebelum tidur juga bisa memicu acid reflux (asam lambung naik) dan memperberat kerja pencernaan.
Batasi Frekuensi: Jadikan menu ini sebagai cheat meal atau variasi mingguan, idealnya 1–2 kali saja dalam sebulan, bukan sebagai menu harian.
Tips Mengurangi Efek Kolesterol Tanpa Menghilangkan Nutrisi
Mengurangi dampak buruk kolesterol bukan berarti harus membuang kelezatan atau gizi dari masakan tersebut. Anda bisa menyiasatinya lewat cara memasak dan kombinasi makanan pendamping:
- Trik Pengolahan untuk Mengurangi Lemak
Teknik Dua Kali Perebusan: Rebus jeroan atau tetelan terlebih dahulu dengan air mendidih untuk mengeluarkan kotoran dan lapisan lemak jenuhnya. Setelah beberapa saat, buang air rebusan pertama, tiriskan, lalu rebus kembali dengan air baru untuk membuat kuah kaldu masakan.
Metode Dinginkan dan Saring (De-fatting): Jika membuat soto atau sup tetelan, masaklah sehari sebelumnya lalu simpan di dalam kulkas. Keesokan harinya, lapisan lemak jenuh (gajih) akan membeku di permukaan atas kuah. Anda tinggal menyendok dan membuang lemak padat tersebut sebelum menghangatkannya kembali.
- Gunakan Rempah "Penjinak" Kolesterol
Saat memasak, perbanyak bumbu dapur yang secara ilmiah membantu mengontrol lipid (lemak darah):
Bawang Putih & Bawang Bombay: Mengandung senyawa allicin yang membantu menghambat pembentukan kolesterol di hati.
Jahe & Kunyit: Bersifat antiinflamasi dan membantu memperlancar sekresi empedu untuk memecah lemak.
Daun Salam & Serai: Sering digunakan dalam masakan Indonesia, rempah ini kaya antioksidan yang baik untuk kesehatan pembuluh darah.
- Terapkan "Hukum Pendamping" Saat Makan
Kolesterol dan lemak jenuh di dalam jeroan paling baik dilawan dengan komponen makanan yang bisa mengikatnya di saluran pencernaan:
Sandingkan dengan Serat Larut Air: Tambahkan lalapan atau sayuran seperti timun, tomat, wortel, buncis, atau taoge. Serat ini berperan seperti spons di usus yang mengikat kolesterol dari jeroan agar ikut terbuang bersama kotoran, bukan diserap oleh tubuh.
Pilih Minuman Kaya Antioksidan & Vitamin C: Minumlah air jeruk nipis/lemon hangat atau teh hijau hangat saat menyantapnya. Kandungan ini membantu mencegah kolesterol LDL (kolesterol jahat) teroksidasi di dalam pembuluh darah, yang biasanya memicu plak.
Hindari Pendamping Tinggi Lemak dan Gula: Jauhi kombinasi jeroan dengan kuah santan kental, gorengan, atau es teh manis. Mengombinasikan jeroan dengan lemak jenuh tambahan atau karbohidrat tinggi dari gula akan melipatgandakan risiko penyumbatan pembuluh darah.
Catatan Nutrisi: Hati sapi atau ayam adalah salah satu sumber zat besi pembentuk sel darah merah terbaik. Agar penyerapan zat besi dari jeroan ini maksimal, selalu barengi dengan asupan vitamin C (seperti perasan jeruk nipis pada soto), dan hindari minum teh atau kopi langsung setelah makan karena zat tanin di dalamnya bisa menghambat penyerapan zat besi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....