Hari Jantung Sedunia: Cegah Kebiasaan Buruk Penyebab Jantung.

  • 30 Sep 2026 10:43 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) diperingati setiap 29 September sebagai kampanye global untuk meningkatkan kesadaran pencegahan penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke.

Menyambut peringatan tahun 2026, Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa penyakit jantung masih menjadi momok serius. Data Kemenkes mencatat sekitar 260.000 kematian per tahun di Indonesia disebabkan penyakit jantung, menjadikannya penyebab kematian kedua tertinggi setelah stroke. Angka ini semakin tinggi seiring bertambahnya usia: prevalensi penyakit jantung 1,3% di usia 35–44 tahun dan 2,4% di usia 45–54 tahun.

Pakar kesehatan menyoroti sejumlah kebiasaan sehari-hari berisiko memicu penyakit jantung. Menurut Direktur RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Siahaan, gaya hidup tidak sehat mulai usia muda memperbesar risiko jantung.

Ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini dengan hindari makanan berlemak, olahraga teratur, tidak merokok, tidak konsumsi kafein berlebihan, serta cukup istirahat. Demikian pula, Ketua Tim Kerja Penyakit Jantung Kemenkes Fatcha Nuraliyah mencatat tingginya prevalensi hipertensi – sekitar 34,1% penduduk dewasa – yang banyak disebabkan pola makan tinggi gula-garam-lemak (GGL) dan kurang olahraga.

Kementerian Kesehatan menjelaskan, nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah yang memicu pengerasan arteri dan serangan jantung. Selain itu, faktor seperti konsumsi alkohol berlebih, stres kronis, kurang tidur, dan obesitas juga diketahui memperberat risiko penyakit jantung jika dibiarkan.

Untuk menekan faktor risiko tersebut, para ahli menekankan pentingnya pola hidup sehat. Dr. Agus Subagyo dari Yayasan Jantung Indonesia menguraikan bahwa risiko penyakit jantung dapat ditekan dengan menjaga keseimbangan gizi, menghindari rokok, mengelola stres, memantau tekanan darah, serta berolahraga secara teratur.

Kemenkes bahkan menyarankan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai pedoman 2013 (gula max 4 sendok makan per hari, garam 1 sendok teh, lemak 5 sendok makan). Olahraga ringan minimal 15–20 menit setiap hari juga terbukti menurunkan risiko hipertensi dan penyakit jantung. Dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari – misalnya mengonsumsi sayur dan buah, menghindari gorengan dan makanan cepat saji, serta berhenti merokok – diharapkan masyarakat dapat.

Peringatan Hari Jantung Sedunia kali ini sekaligus mengajak masyarakat waspada terhadap gejala dini gangguan jantung, seperti nyeri dada tidak wajar atau sesak napas yang tiba-tiba.

Jika terjadi keadaan gawat (misal henti jantung), segera hubungi layanan darurat dan lakukan pertolongan pertama sesuai petunjuk medis – pemberian air hangat justru tidak disarankan. Intinya, pola hidup sehat dan deteksi dini menjadi kunci utama mencegah angka kematian akibat penyakit jantung. Dengan begitu, kampanye global “Hari Jantung Sedunia” yang jatuh pada 29 September setiap tahun dapat mendorong kita semua untuk tak melewatkan detak jantung sehat dan hidup lebih berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....