Puskesmas Samatiga Rawat 113 Pasien ISPA Dampak Karhutla
- 02 Sep 2026 11:27 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Puskesmas Cot Seumeureung, Kecamatan Samatiga,, Aceh Barat merawat 113 pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kasus ISPA menjadi penyakit trend tertinggi diduga dampak dari asap Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Aceh Barat.
"Berdasarkan data Puskesmas Cot Seumereung, Kecamatan Samatiga, tercatat sebanyak 113 kasus pasien ISPA yang mendapatkan perawatan rawat inap," ujar Dokter Puskesmas Cot Seumereung, Fatria Darma Asih, yang mewakili Kepala Puskesmas Cot Seumereung, Yevi Rahmawati, Rabu 2 September 2026.

Ia mengatakan sebagian pasien mengalami keluhan nyeri pada saluran pernapasan dan tenggorokan yang diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla.
Data yang dirilis mengalami peningkatan cukup signifikan di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat dalam periode akhir Juni hingga akhir Agustus 2026. Peningkatan tersebut terutama terjadi pada kelompok usia rentan yang diduga terdampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kasus ISPA cukup meningkat, terutama pada kelompok usia rentan. Keluhan yang banyak disampaikan pasien di antaranya nyeri pada tenggorokan dan gangguan pada saluran pernapasan setelah terpapar asap,” kata Fatria Darma Asih.
Menurutnya, selain memberikan penanganan medis, dokter dan tenaga kesehatan Puskesmas Cot Seumereung juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat dan pasien ISPA mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak asap.
Masyarakat, khususnya kelompok rentan, diimbau menggunakan masker ketika keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dipenuhi asap.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Evi Darni, S.Kep., MKM, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kesehatan akibat karhutla, termasuk dengan mendistribusikan masker ke sejumlah puskesmas yang berada di wilayah rawan kebakaran.
“Dinas Kesehatan Aceh Barat telah membagikan masker kepada puskesmas sesuai dengan kebutuhan dan permintaan masing-masing. Jumlahnya berkisar antara lima puluh hingga serarus kotak, terutama untuk puskesmas yang berada di wilayah rawan karhutla,” ujar Evi Darni.
Ia menjelaskan, pemetaan terhadap puskesmas yang berada di kawasan rawan karhutla telah dilakukan Dinas Kesehatan Aceh Barat. Pemetaan tersebut mencakup sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Johan Pahlawan, Samatiga, dan Kaway XVI.
Langkah tersebut dilakukan agar puskesmas dapat bergerak cepat apabila terjadi peningkatan gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan asap karhutla.
“Dengan adanya pemetaan ini, kita dapat mendukung puskesmas yang berada di wilayah rawan karhutla, termasuk memenuhi berbagai kebutuhan apabila diperlukan dalam penanganan ISPA di masyarakat,” katanya.
Dinas Kesehatan Aceh Barat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah serta mengurangi aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan, atau gangguan pernapasan lainnya setelah terpapar asap diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....